Berita Batanghari

Jatah Replanting Karet Kabupaten Batanghari 400 Hektare Lebih, Dapat Dana dari 2 Sumber

Jatah Replanting Karet Kabupaten Batanghari 400 Hektare Lebih, Dapat Dana dari 2 Sumber

Jatah Replanting Karet Kabupaten Batanghari 400 Hektare Lebih, Dapat Dana dari 2 Sumber
istimewa
Ilustrasi. Kebun karet warga yang terbakar beberapa waktu lalu 

Jatah Replanting Karet Kabupaten Batanghari 400 Hektare Lebih, Dapat Dana dari 2 Sumber

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Batanghari, tahun ini merencanakan peremajaan (Replanting) karet seluas 400 hektare lebih melalui dua sumber dana yakni APBN dan APBD II.

Kepala Bidang Perkebunan Disbunnak Kabupaten Batanghari, Jumri mengatakan, pihaknya belum bisa menyebut berapa besaran dana yang dikucurkan serta berapa luasan replanting karet di tiap wilayah yang menggunakan dana APBN.

Hanya saja, ia memastikan bahwa tahun ini Kabupaten Batanghari mendapat jatah seluas 400 hektare untuk replanting karet dari APBN.

Target Replanting Karet di Batanghari Masih 70 Persen, Padahal Sudah Tersedia Rp 3 Miliar Lebih

Pemprov Jambi Mulai Ujicoba Aspal Karet, Lokasi Tak Jadi di Depan UIN STS Jambi

Kronologi 78 Jemaah Umrah Merangin Terlantar 2 Kali, di Jakarta dan Arab Saudi karena Tiket

"Dananya belum tahu berapa untuk APBN ini. Kami melakukan pengajuan ke pusat dan sempat pula tiga kali revisi," ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (6/1).

Replanting karet yang bersumber dari APBD II, lanjut Jumri, ada dua kecamatan yang mendapat giliran, yakni Kecamatan Muara Bulian dan Muara Tembesi dengan plafond dana Rp 638 juta untuk 40 hektare.

"Untuk replanting karet yang menggunakan dana APBD II, ada dua kecamatan ini yang mendapat giliran," katanya.

Meski harga komoditi karet saat ini masih memprihatinkan, pihaknya tak ingin komoditi ini sampai hilang di Kabupaten Batanghari.

Menurutnya, masyarakat saat ini sudah banyak yang beralih menjadi petani kelapa sawit lantaran harganya yang makin merangkak naik.

"Boleh saja beralih fungsi. Tapi kita berupaya memberi pengertian kepada para petani karet agar jangan sampai mereka mengandalkan satu jenis tanaman saja. Ketika tanaman itu jatuh, namun tanaman karet ini masih bisa dimanfaatkan. Masyarakat dulu hidup dari karet," jelasnya.

Untuk diketahui tahun 2019, Pemkab Batanghari melakukan replanting karet bersumber dari dua dana yakni APBN sekira Rp 2,4 miliaran dengan luas 350 hektare, lalu dana APBD II sekira Rp 719 jutaan dengan luas 45 hektare.

Bantuan yang diberikan dari APBN itu diantaranya berupa bibit, mesin sinsaw, saprodit. Sedangkan Bantuan dari APBD II yaitu bibit, pupuk dan pembukaan lahan dengan alat berat. Bantuan serupa juga diberlakukan untuk tahun ini

Untuk diketahui, 350 hektare replanting karet dari dana APBN 2019 tersebut tersebar di enam kecamatan dengan masing-masing jatah, yakni Pemayung 30 hektare, Muara Bulian 120 hektare, Bajubang 32 hektare, Muara Tembesi 23 hektare, Maro Sebo Ulu 30 hektare dan Bathin XXIV 60 hektare.

Sementara, 45 hektare yang bersumber dari APBD II berada di Kelurahan Sungai Rengas, Kecamatan Maro Sebo Ulu seluas 30 hektare dan Desa Simpang Karmeo, Kecamatan Bathin XXIV 15 hektare.

Jatah Replanting Karet Kabupaten Batanghari 400 Hektare Lebih, Dapat Dana dari 2 Sumber  (Rian Aidilfi/Tribunjambi.com)

Penulis: Rian Aidilfi Afriandi
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved