Berita Nasional

Konflik Kapal Masuki Perairan Natuna, Pengamat Sebut China Ingin Ngetes Prabowo, Edhy hingga Luhut

Konflik Kapal Masuki Perairan Natuna, Pengamat Sebut China Ingin Ngetes Prabowo, Edhy hingga Luhut

Konflik Kapal Masuki Perairan Natuna, Pengamat Sebut China Ingin Ngetes Prabowo, Edhy hingga Luhut
Kompas.com
Prabowo Subianto dan Edhie Prabowo 

Konflik Kapal Masuki Perairan Natuna, Pengamat Sebut China Ingin Ngetes Prabowo, Edhy hingga Luhut

TRIBUNJAMBI.COM - Kembali terjadinya konflik di perairan Natuna baru-baru ini, menjadi perhatian publik di Indonesia hingga dunia.

Bahkan Pengamat sekaligus dosen menganggap kapal China yang masuk ke perairan Indonesia hingga membuat warga negara Indonesia geram sebagai tes.

Hubungan Indonesia China dalam beberapa hari terakhir tengah panas dingin.

Ini setelah insiden masuknya kapal-kapal nelayan asal China yang dikawal kapal coast guard terdeteksi masuk ke perairan Natuna secara ilegal.

Beda Gaya Hadapi Klaim China Atas Natuna, Mantan Menteri Susi Geram, Menhan Prabowo: Cool Aja Santai

Beda Cara Susi Pudjiastuti dan Prabowo Terkait Kapal China dan Pencurian Ikan di Laut Natuna

Terungkap Kekayaan Harta Karun Laut Natuna Hingga Indonesia dan China Memanas!

Kapal China Mulai Masuk Wilayah Indonesia, 600 Prajurit TNI Siaga di Laut Natuna

"China mau ngetes, sejauh mana ketegasan dan kekompakan menteri-menteri baru Jokowi dalam mengelola masalah di Laut China Selatan. Kalau soal sengketa dengan China, itu terdekat terjadi di tahun 2016," kata Hikmahanto kepada Kompas.com, Minggu (5/1/2020).

Manuver China, kata dia, memang sengaja dilakukan untuk memancing reaksi pejabat Indonesia.

Ini penting buat China dalam mengambil kebijakan-kebijakan geopolitik dan ekonomi di kawasan tersebut.

"Yang terbaru kan tahun 2016, kapal China masuk Natuna, Presiden Jokowi sampai langsung datang ke Natuna dan menggelar rapat di sana. Nah China mau lihat bagaimana respon pejabat sekarang," ujar Hikmahanto.

Putri Sule Dilarikan ke Rumah Sakit Usai Lina Meninggal Dunia, Ayahnya Sebut Anaknya Belum Terima

Fadli Zon Unggah Foto Malam Minggu di Rumah Ahmad Dhani, Fahri Hamzah Sampai Beri Komen Ini

Jadwal Lengkap MotoGP 2020, Mulai Bulan Maret, Dibuka GP Qatar, Live Streaming Trans 7?

Menurutnya, selama sembilan garis putus-putus dan traditional fishing right dijadikan dasar klaim, maka China akan selalu memepetahankan keberadaan fisiknya di Natuna Utara.

"Pelanggaran atas ZEE Indonesia di Natuna Utara oleh Coast Guard China bisa jadi ditujukan untuk menguji muka baru di kabinet Jokowi dan menguji soliditas kabinet," ungkap Hikmahanto.

Detik detik KRI Tjiptadi-381 Hadang kapal CHina di Laut Natuna
Detik detik KRI Tjiptadi-381 Hadang kapal CHina di Laut Natuna (Kompas TV)

"Hal yang sama pernah dilakukan oleh China saat Presiden Jokowi baru beberapa tahun menjabat. Ketika itu Presiden tegas tidak mengakui sembilan garis putus, bahkan menggelar rapat di KRI di perairan Natuna Utara," imbuhnya.

Halaman
123
Editor: ekoprasetyo
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved