Beda Cara Susi Pudjiastuti dan Prabowo Terkait Kapal China dan Pencurian Ikan di Laut Natuna

Saat ditanya mengenai penambahan personel TNI atau tidak untuk mengamankan di Perairan Natuna. Prabowo mengatakan, pihaknya saat ini masih santai

Beda Cara Susi Pudjiastuti dan Prabowo Terkait Kapal China dan Pencurian Ikan di Laut Natuna
Sumber foto: Tangkapan layar youtube kompastv
VIDEO: Detik-detik KRI Tjiptadi 381 Usir Kapal China yang Masuk ke Laut Natuna 

TRIBUNAJAMBI.COM - Persoalan kapal Tiongkok yang masuk di Perairan Natuna ditanggapi Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti 

Pemerintah tak boleh melindungi para pencuri ikan meskipun Indonesia bersahabat dengan Tiongkok sebut Susi Pudjiastuti.

Susi ingin pemerintah menegakkan hukum yang berlaku, sebagai solusi menindak pelaku pencurian ikan di Perairan Natuna.

"Tiongkok tidak mungkin dan tidak boleh melindungi Pelaku IUUF."

"Karena IUUF adalah crime/ kejahatan lintas negara," tulisnya dalam akun Twitter @susipudjiastuti, Sabtu (4/1/2020).

Susi Pudjiastuti kembali menuliskan cuitannya, ia menegaskan, penegakan hukum kepada para pencuri ikan ini berbeda dengan persahabatan antar negara maupun investasi.

"Perlakukan Pencuri Ikan dengan penegakan hukum atas apa yg merrka lakukan. Dan ini berbeda dengan menjaga Persahabatan atau iklim investasi," tulis akun @susipudjiastuti, Sabtu (4/1/2020).

Diketahui, kapal pencuri ikan dari negara asing yang memasuki Perairan Natuna meningkat.

Pada Desember 2019 dan Januari 2020 ini, kapal asing yang memasuki perairan Indonesia terjadi saat nelayan lokal tidak melaut karena ombak tinggi.

Pesan Terakhir Lina Sebelum Meninggal Akhirnya Diungkap Rizky Febian, Sempat Beri Pesan Ini Ternyata

Rincian Harga BBM Pertamina Turun Per 5 Januari 2020

Download Lagu MP3 Dangdut Koplo Terbaru 2020, Ada Video Nella Kharisma dan Via Vallen Terpopuler

Mengutip Kompas.com, kapal-kapal penangkap ikan itu bahkan dikawal kapal penjaga dari negara asing tersebut.

Akhirnya, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) melayangkan nota protes setelah kapal China memasuki Perairan Natuna pada pertengahan Desember 2019 dan melakukan aktivitas yang diduga melanggar aturan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).

Halaman
123
Editor: duanto
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved