Breaking News:

Firasat Bau Aneh, Muslim Terkejut Istrinya Jadi Mayat, Jasad Terpotong-potong di Dalam Kulkas

Muslim tak pernah menyangka jika mayat yang telah terpotong-potong di kulkas adalah istrinya.

Editor: Heri Prihartono
Ist
Ilustrasi mutilasi 

TONTON JUGA

Soim yang tampak tegar, tiba-tiba menangis histeris saat mendapatkan sebuah pertanyaan dari jaksa kala memberikan kesaksian.

Agenda sidang kala itu adalah mendengarkan keterangan para saksi terkait pembunuhan Komsatun Wachidah.

Mulanya saksi suami korban dimintai berbagai keterangan dan menceritakan keanehan korban atau istrinya yang kala itu tiba-tiba menghilang dari rumah.

Ia bercerita hari dimana istrinya menghilang ada berbagai keanehan yang terjadi.

Kala itu istrinya yang tiap pagi biasa menawarkan minum.

Tetapi waktu itu tidak menawari minum.

 Diutangi Ratusan Juta oleh Angela Lee, Istri Lee Jeong Hoon Sebut Nama Raffi Ahmad: Thank You Aa

TONTON JUGA

Setelah sarapan, Komsatun Wachidah terlihat bergegas mandi secepat kilat dan terus pamit pergi.

Soib sebagai suami menganggapnya biasa-biasa saja.

Sebab menurutnya istrinya tersebut bisa saja pergi ke pasar atau service mobil.

Namun sayangnya sampai malam Komsatun Wachidah tidak bisa dihubungi dan tidak menjawab telepon.

Hingga akhirnya dia berinisiatif mencari ke bengkel dekat rumah.

 Bergaya Bak Superman Sandiaga Uno Umumkan Balik ke Gerindra, Dahnil Anzar Simanjuntak Ngakak

"Sempat cari di kantornya karena mendengar info ada pemberangkatan haji barangkali ikut ke Bekasi, tetapi gerbang ditutup. Saya tidak bisa tidur waktu itu," ujar Soib.

Dia lalu teringat bahwa istrinya itu terakhir masih buka laptop dan membuka Facebook.

Merasa curiga takut dibawa oleh orang, Soib lalu melapor ke Polsek Cileunyi.

Hingga akhirnya dia diajak ke Polsek Cileunyi dan ternyata ada petugas kepolisian dari Banyumas.

Deni Riyanto, pelaku pembunuhan disertai mutilasi ditangkap polisi di Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (11/7/2019) malam.
Deni Riyanto, pelaku pembunuhan disertai mutilasi ditangkap polisi di Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (11/7/2019) malam. (Kompas.com/Fadlan Mukhtar Zein)

 Nikita Mirzani Disambut Aktor Korsel di Bandara, Sindir Bahasa Inggris Barbie Kumalasari: Ngaco

Saat memberikan kesaksian di persidangan Soib terlihat tegar dan lancar setiap bercerita.

Namun ketika ditanyaioleh jaksa bagaimana perasaannya saat ini, Soib langsung sedih dengan mata yang berkaca-kaca.

"Hancur perasaan saya, saya teringat anak-anak saya," katanya.

Suami korban juga meceritakan jika Komsatun Wachidah sering marah-marah.

Warga menunjukan lokasi kejadian ditemukannya potongan kepala, tangan, dan kaki yang hangus terbakar di gorong-gorong, RT 8 RW 3, Dukuh Plandi, Desa Watuagung, Kecamatan Tambak, Banyumas pada Selasa (9/7/2019).
Warga menunjukan lokasi kejadian ditemukannya potongan kepala, tangan, dan kaki yang hangus terbakar di gorong-gorong, RT 8 RW 3, Dukuh Plandi, Desa Watuagung, Kecamatan Tambak, Banyumas pada Selasa (9/7/2019). (Tribun Jateng/Permata Putra Sejati)

 Bunuh Supir Online dengan Keji, Dua Pelaku di Garut Dihukum Mati: Beda Ekspresi saat Divonis Hakim

Selain itu ada pengeluaran uang yang cukup besar yang dilihat dari hasil print out rekening korban.

"Uang yang keluar dari bulan Juni sampai Juli itu bisa mencapai Rp 70 juta. Uang itu disalurkan ke rekening rekan dari tersangka yang dipinjam lalu uangnya diserahkan kepada Deni," imbuhnya.

Setelah ditanyakan kepada suami korban, ia mengaku bahwa dia tidak pernah mengecek buku tabungan Komsatun Wachidah.

Motif Deni Priyanto Bunuh Komsatun Wachidah

Tersangka mutilasi, DP (37), nekat membunuh KW (51) karena korban minta dinikahi.

Sedangkan terduga pelaku dan korban sama-sama telah berkeluarga.

Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun mengatakan, berdasarkan pengakuan tersangka kepada polisi, korban menuntut untuk dinikahi.

"Korban menuntut untuk dinikahi dan ada kekhawatiran dari tersangka karena punya istri dan punya anak, sehingga diambil jalan pintas," kata Bambang, Jumat (12/7/2019) dini hari.

Bambang mengatakan, tersangka mengenal korban melalui media sosial Facebook.

Untuk mengelabui korbannya, tersangka mengaku sebagai seorang pelaut.

"Tersangka mengenal korban belum lama, baru sekitar dua bulanan, sejak sebelum lebaran kemarin, setelah tersangka keluar dari penjara," ujar Bambang.

Bambang mengatakan, usai membunuh korban, tersangka membawa kabur mobil korban.

Mobil Toyota Rush berplat nomor D tersebut selanjutnya dijual tersangka di sebuah showroom mobil di Purwokerto.

"Tersangka kami tangkap saat akan mengambil uang pembayaran mobil, jadi sudah dijual tapi belum dibayar. Tersangka akan mengambil uang Rp 100 juta," kata Bambang.

Untuk memuluskan aksinya, sebelum dijual, seluruh penutup jok mobil tersebut dilepas.

Pasalnya di jok mobil banyak berlumuran darah saat memutilasi tubuh korban di dalam mobil. (Kompas/TribunJateng)



Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Usai Salat Jumat, Suami di Sumbawa Syok Temukan Ini di dalam Kulkas: Bau & Sudah Terpotong-potong, https://jakarta.tribunnews.com/2020/01/04/usai-salat-jumat-suami-di-sumbawa-syok-temukan-ini-di-dalam-kulkas-bau-sudah-terpotong-potong?page=all.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved