Puluhan Kepala Sekolah Batanghari Bakal Ikut Cakep Tahun Ini

Sebanyak 76 orang guru di ruang lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batanghari bakal diajukan untuk ikut penguatan calon kepala sekolah (Cakep).

Puluhan Kepala Sekolah Batanghari Bakal Ikut Cakep Tahun Ini

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Sebanyak 76 orang guru di ruang lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batanghari bakal diajukan untuk ikut penguatan calon kepala sekolah (Cakep) pada tahun ini.

Kabid Guru Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batanghari, Yaakin menyebut, puluhan orang guru tersebut sudah berstatus kepala sekolah (Kepsek) yang tergabung dari sekolah negeri dan swasta.

"Puluhan kepsek yang diajukan untuk ikut Cakep tersebut sudah dilantik pada Oktober 2019 lalu," ujar Yaakin saat dikonfirmasi, Rabu (1/1).

Hanya saja, lanjut Yaakin, para kepsek yang dilantik pada Oktober 2019 lalu itu belum mendapat penguatan baru sebagai kepsek.

Lestarikan Lingkungan, Pemkab Tanjab Barat Kembangkan Wisata Hutan Mangrove

Pesta Rakyat Desa Sungai Duren, KSR PMI Unja Adakan Donor Darah Saat Pergantian Tahun

VIDEO: Pesta Kembang Api Tahun Baru 2020, Kawasan Tanggo Rajo Jambi Ramai Pengunjung

"Mereka yang diangkat menjadi kepsek pada 2019 ini harus mengikuti penguatan baru sebagai kepsek makanya mereka harus mengikuti Cakep," lanjutnya.

Yaakin memastikan bahwa peserta Cakep pada tahun ini berjumlah 76 orang dan pihaknya sudah meminta jadwal kegiatannya dengan Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LP2KS) Solo selaku insititusi yang berhak mengeluarkan nomor sertifikat kepala sekolah.

Dan ia juga menyebut bahwa semua peserta yang ikut Cakep dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Batanghari 2020.

"Anggaran pengajuan Cakep untuk 2020 ini belum diketahui berapa besarannya. Yang jelas ini kegiatan APBD dan semuanya peserta Cakep ditanggung oleh Dinas Pendidikan," jelasnya.

Yaakin menambahkan, penguatan puluhan kepsek untuk ikut Cakep ini adalah prioritas pihaknya. Pasalnya, selain kepsek harus mempunyai sertifikat sebagai kepala yang memimpin sekolah, mereka juga harus memenuhi standar sebagai kepsek.

"Awalnya yang kita ajukan itu ada 91 orang. Hanya saja 15 orang bermasalah. Jadi yang kita prioritaskan hanya 76 orang," pungkasnya. (*)

Penulis: Rian Aidilfi Afriandi
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved