Puluhan Kali Terjadi, Kasus Penganiayaan Mendominasi di Kerinci-Sungai Penuh

Polres Kerinci menggelar konferensi pers akhir tahun 2019, Selasa (31/12) di Aula Mapolres Kerinci.

Puluhan Kali Terjadi, Kasus Penganiayaan Mendominasi di Kerinci-Sungai Penuh
Tribunjambi/Heru
Polres Kerinci menggelar konferensi pers akhir tahun 2019, Selasa (31/12) di Aula Mapolres Kerinci. 

Puluhan Kali Terjadi, Kasus Penganiayaan Mendominasi di Kerinci-Sungai Penuh

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI -Polres Kerinci menggelar konferensi pers akhir tahun 2019, Selasa (31/12) di Aula Mapolres Kerinci. Kapolres AKBP Heru Ekwanto,S.I.K menyampaikan tentang data tindak kejahatan yang terjadi dan diselesaikan sepanjang 2019.

Kapolres Kerinci di dampingi Wakapolres, Kabag Ops, Kasatreskrim, Kasat Narkoba, Kasat Lantas dan Perwira lainya menyampaikan bahwa pada tahun 2019 ada 186 perkara tindak pidana yang terjadi di wilayah hukum Polres Kerinci. Angka ini sama persis yang terjadi pada tahun 2018 lalu.

"Kebetulan jumlah tindak pidana yang terjadi pada tahun 2019 sama seperti 2018 lalu," ungkap Kapolres.

Disampaikannya, dari 186 tindak pidana yang terjadi sepanjang 2019 telah diselesaikan sebanyak 137 kasus. "Untuk penyelesaiannya sebanyak 73 persen," ujarnya.

Ribuan Ekstasi Diblender Campur Detergen, Kapolda Tak Mau Jambi Masuk 10 Besar Pengguna Narkoba

Ketemu DPRD Provinsi Jambi, Warga Merangin Minta 50 Hektar Sawah Bekas PETI Dinormalisasi

1.000 Lebih Guru TK di Batanghari Tak Lulus Sertifikasi Guru, Mengaku Syarat Lulus Sulit

Ngaku Lagi Mancing Tiga Pria Misterius Masuk Perumahan Kota Jambi, Warga Temukan Darah di Kaos

Ia mengatakan, selama 2019, tindak pidana atau kejahatan di wilayah hukum Polres Kerinci didominasi oleh kasus penganiayaan. Jumlah kejahatan tersebut mencapai 30 perkara.

"Angka tersebut naik 15% dibanding 2018 lalu sebanyak 26 kasus penganiayaan," jelasnya.

Di urutan kedua ada kasus pengeroyokan sebanyak 25 kasus pada 2019 atau turun 11% dibanding 2018 yang mencapai 28 kasus.

Selanjutnya, kejahatan yang banyak terjadi di wilayah hukum Polres Kerinci selama 2019 adalah pencurian, yang mencapai 13 kasus. Jumlah tersebut turun 19% dibanding 2018 yang mencapai 16 kasus.

Sedangkan kejahatan jalanan yang mendominasi dan meresahkan masyarakat yang tinggal di Kota Sungai penuh dan Kabupaten Kerinci masih jenis pencurian kendaraan bermotor (curanmor) baik motor maupun mobil.

"Kasus curanmor pada 2019 sebanyak 9. Perinciannya 8 pencurian motor dan 1 pencurian mobil. Angka tersebut turun 43,75% dibanding 2018 yang mencapai 16 kasus, motor 15 kasus dan mobil 1 Kasus," tuturnya.

Selanjutnya pencurian dengan pemberatan (curat) seperti pencurian di rumah kosong, pembobolan ruko, dan sejenisnya, terjadi sebanyak 6 kasus. Kemudian, pencurian dengan kekerasan (curas), seperti jambret, begal, dan sejenisnya, pada 2019 sebanyak 1 kasus atau turun 83,33 %, dibanding 2018 berjumlah 6 kasus.

“Kita akan terus mendorong penyelesaian kasus kasus tersebut, baik di Polres Kerinci maupun yang di tangani Polsek Polsek,” ungkap Kapolres.(*)

Penulis: heru
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved