Berita Nasional

Kejaksaan Dibuat Bingung, Terpidana Mati Ini Mendadak Gangguan Jiwa Saat Akan Dieksekusi Mati

Kejaksaan Dibuat Bingung, Terpidana Mati Ini Mendadak Gangguan Jiwa Saat Akan Dieksekusi Mati

Kejaksaan Dibuat Bingung, Terpidana Mati Ini Mendadak Gangguan Jiwa Saat Akan Dieksekusi Mati
Bangkapos
Ilustrasi Eksekusi Mati 

TRIBUNJAMBI.COM - Kejaksaan mengalami hambatan dalam melakukan eksekusi pidana mati terhadap Sugiono alias Sugik, pelaku pembunuhan terhadap satu keluarga di Surabaya pada 1995 lalu.

Sugik yang saat ini mendekam di Lapas Porong Sidoarjo itu disebut mengalami gangguan jiwa, sehingga kejaksaan tidak bisa memberikan hak-haknya sebelum dilakukan eksekusi mati.

"Yang bersangkutan (Sugik) diajak bicara tidak merespons, dan tim dokter susah berkomunikasi," kata Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Mohammad Dhofir saat dihubungi, Selasa (31/12/2019).

Bukan Orang Sembarangan Sosok Penasihat Menhan Prabowo, Jenderal Bugis yang Pernah Todong PM Israel

Ramalan Zodiak Tahun Baru Rabu 1 Januari 2020, Cancer Tak Jelas Arah & Kesehatan Virgo Ada Masalah

Tak Ingin Senasib Dengan Maia Estianty, Hindari Hubungi **21* di WhatsApp Gopay

6 Penari Kesurupan saat Tampil Tari Umbul Kolosal di Waduk Jatigede, 78 Orang Pingsan

Padahal menurut aturan, terpidana mati sebelum dieksekusi harus menjalani proses karantina dan diberi hak menyampaikan permintan terakhir.

"Karena kami anggap mengalami gangguan jiwa, maka eksekusi jadi terhambat. Eksekusi akan dilakukan jika menurut dokter Sugik sehat mental dan tubuhnya," ujar Dhofir.

Sugik adalah satu dari empat terpidana mati yang ditangani Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.

Dari empat terpidana, hanya Sugik yang secara hukum sudah bisa dieksekusi karena status hukumnya sudah inkrah.

Prabowo Pernah Buat Geger Saat Akmil, Gegara Baca Buku Ini di Kelas, Ungkap Sifat Asli Menhan RI

Demi Uang Rp 1 Juta, Gadis di Lampung Jual Foto Tanpa Busana Temannya Saat Mandi

Ingat Anak Angkat Cristiano Ronaldo di Indonesia, Martunis Baru Saja Mempersunting Kekasihnya

Terungkap Panji Petualang Takut Pada Hewan Ini Sampai Histeris Buat Atta Halilintar Terbahak Bahak

"Upaya hukum Peninjauan Kembali (PK) atas putusannya sudah ditolak Mahkamah Agung, upaya grasi juga ditolak Presiden. Sementara tiga terpidana mati lainnya masih berproses banding," ucap Dhofir.

Sugik divonis hukuman mati karena terbukti membunuh satu keluarga di Jalan Jojoran Surabaya pada 1995.

Dia membunuh empat orang sekaligus yakni pasangan Sukardjo-Hariningsih serta dua anak bernama Eko Hari Sucahyo dan Danang Priyo Utomo.

Sugik sempat mengajukan grasi ke Presiden Jokowi. Namunm ditolak pada awal 2015.

Siap-siap Besok 1 Januari 2020, Pemerintah Naikan Cukai Rokok 35 Persen, Sebungkus Rp 30 Ribu

Lucinta Luna Mendapat Peringatan Paranormal Kondang Agar Tidak Berbuat Ini di Tahun 2020

Resolusi 2020 Kriss Hatta Kembali Sebut Nama Mantan Billy Syahputra Hilda Vitria, Ada Apa?

Ini Kata Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong Saat Dirinya Dibandingkan dengan Pelatih Vietnam



Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Hendak Dieksekusi Mati, Pembantai Satu Keluarga di Surabaya Tahun 1995 Alami Gangguan Jiwa"

IKUTI KAMI DI INSTAGRAM:

NONTON VIDEO TERBARU KAMI DI YOUTUBE:

IKUTI FANPAGE TRIBUN JAMBI DI FACEBOOK:

Editor: ekoprasetyo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved