Terungkap Perusahaan Pinjaman Online Ilegal di Pluit Telah Gelontorkan Rp 82 Milar ke Nasabah

Terungkap pinjaman online ilegal ternyata gelontorkan dana yang tak sedikit demi memuluskan bisnis mereka.

Terungkap Perusahaan Pinjaman Online Ilegal di Pluit Telah Gelontorkan Rp 82 Milar ke Nasabah
KOMPAS.COM/JIMMY RAMADHAN AZHARI
VIDEO: Detik-detik Penggerebekan Kantor Pinjaman Online Ilegal, Ternyata Tak Terdaftar di OJK 

TRIBUNJAMBI.COM - Terungkap pinjaman online ilegal ternyata gelontorkan dana yang tak sedikit demi memuluskan bisnis mereka.

Bahkan pinjaman online ilegal yang digerebek Polres Metro Jakarta Utara pada Jumat (20/12/2019) lalu ternyata telah meminjamkan uang sejumlah Rp 82 miliar ke ribuan nasabah.

Jumlah nasabah pinjaman online ilegal itu  yang tersebar di seluruh Indonesia.

Pemkab Batanghari Selesai Calon Dai, 27 Peserta Dipastikan Tersingkir

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto mengatakan, pinjaman puluhan miliar itu terbagi ke dua website pinjaman online yang masih aktif saat penggerebekan.

"Kalau kita lihat ternyata jumlah pinjaman yang sudah mereka gelontorkan melalui Tokotunai ada sekitar Rp 70 miliar kemudian dari kascash ada sekitar Rp 12 miliar," kata Budhi di kantornya, Kamis (26/12/2019).

Budhi menjelaskan, dari total uang yang dipinjamkan, Tokotunai sudah mendapat pengembalian uang sebesar Rp 78 miliar.

MEDIA Asing Terheran-heran Lihat Ganasnya Latihan yang Harus Dilalui Untuk Lulus Pendidikan Kopassus

Sementara, untuk kascash sudah mendapat pengembalian sebesar Rp 13 miliar.

 Uang miliaran rupiah itu didapatkan PT Vega Data dan Barracuda Fintech dari sebagian nasabah yang sudah melunasi utang mereka.

Jumlah itu belum termasuk potongan dari biaya administrasi sebesar 10-20 persen yang dikenakan kepada setiap nasabah yang meminjam uang kepada mereka. "Berdasarkan korban yang melapor kepada kami, dia meminjam Rp 1.500.000, tapi cuma dapat Rp 1.100.000.

Bayangkan saja kalau kita pukul rata Rp 400.000, ada sekitar Rp 38 miliar yang mereka dapatkan dari administrasi," tutur Budhi.

Setya Novanto Mendadak Dipindah ke Lapas Cipinang, Terungkap Ini Alasan Sebenarnya!

Polisi masih menelusuri sumber modal dari pinjaman online berbentuk perusahaan teknologi finansial (tekfin) ini. Saat ini, polisi telah menetapkan lima orang tersangka dalam kasus pinjaman online ilegal yang beropersi di kawasan Mal Pluit Village ini.

Dari jumlah tersebut, dua di antaranya masih buron.

 Adapun tiga tersangka yang ditangkap bernama Mr Li, DS dan AR. Sementara yang masih DPO merupakan warga negara asing (WNA) asal Cina yaknu Mr Dwang dan Ms Feng.

Pemkab Muarojambi Rekrut Dai Kontrak dan Guru Tahfiz, Hasil Seleksi Diumumkan Besok

Total nasabah yang terhitung saat penggerebekan oleh polisi pada Jumat lalu yakni 17.560 orang untuk nasabah kascash dan 84.785 untuk Tokotunai Polisi menyangkakan pasal berlapis terhadap para tersangka tersebut yakni Undang-Undang ITE, kemudian KUHP, Undang-Undang Perlindungan Konsumen dengan ancaman hukumannya masing-masing lima tahun penjara.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pinjaman Online Ilegal di Pluit Sudah Pinjamkan Uang Rp 82 M ke Ribuan Nasabah", https://megapolitan.kompas.com/read/2019/12/26/16284421/pinjaman-online-ilegal-di-pluit-sudah-pinjamkan-uang-rp-82-m-ke-ribuan?page=all.

Editor: heri prihartono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved