980 Warga Tebo Mengungsi Akibat Banjir Kiriman dari Sumatera Barat

BPBD Tebo mencatat hampir 1000 jiwa terdampak banjir kiriman yang terjadi di Tebo beberapa waktu lalu.

980 Warga Tebo Mengungsi Akibat Banjir Kiriman dari Sumatera Barat
Tribunjambi/Mareza
Air yang menggenangi Desa Teluk Lancang, Kecamatan VII Koto dalam beberapa waktu terakhir mulai surut. 

980 Warga Tebo Mengungsi Akibat Banjir Kiriman dari Sumatera Barat

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA TEBO - BPBD Tebo mencatat hampir 1000 jiwa terdampak banjir kiriman yang terjadi di Tebo beberapa waktu lalu. BPBD Tebo memperkirakan, banjir tersebut merupakan limpahan air yang meluap dari Dharmasraya, Sumatera Barat.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Tebo, Antoni Faksi mengatakan, belum lama ini pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga turun ke sejumlah lokasi untuk mengecek langsung dampak yang ditimbulkan akibat banjir.

"Pihak BNPB juga sudah turun ke lokasi, salah satunya ke Desa Teluk Lancang, untuk mengecek dampak banjir ini," katanya, Senin (23/12/2019).

Desa Teluk Lancang dipilih karena menjadi desa pertama yang terdampak banjir kiriman dari provinsi tetangga itu. Berdasarkan pengecekan tersebut, tidak ada kerusakan fatal yang terjadi akibat banjir.

Namun, kata Antoni, warga sekitar meminta pembangunan tanggul di bantaran sungai guna mengantisipasi atau meminimalisir potensi terjadinya banjir.

"Warga sekitar minta pembangunan tanggul, supaya kejadian banjir seperti minggu lalu tidak terulang," ujarnya.

Untuk diketahui, Desa Teluk Lancang, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Tebo merupakan lokasi yang mengalami banjir terparah pekan lalu. Informasi yang didapat, air mencapai 3 meter, sebelum surut beberapa hari kemudian.

Selain di VII Koto, banjir juga terjadi di lima kecamatan lain, yaitu Kecamatan VII Koto Ilir, Kecamatan Sumay, Kecamatan Tebo Ulu, Kecamatan Tebo Tengah, dan Kecamatan Tebo Ilir. Dari sana, 980 orang terpaksa mengungsi.

"Ada sekitar 980 jiwa yang terdampak banjir kiriman itu," imbuhnya. Selain itu, sekitar 10 hektare sawah juga terendam.

Menangani hal ini, BNPB menginstruksikan kepada BPBD Dharmasraya untuk membantu back up korban banjir di Desa Teluk Lancang, jika banjir kembali terjadi. Hal itu karena jarak tempuh dari Dharmasraya lebih dekat dibandingkan dari Tebo Tengah.(Tribunjambi.com/ Mareza Sutan A J)

Penulis: Mareza
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved