Jembatan Aurduri I Akan Direhab Tahun Depan, BPJN Anggarkan Rp15 Miliar

Pekerjaan rehabilisi Jembatan Aurduri I yang mengalami kerusakan akan dilakukan pada tahun 2020 mendatang.

Jembatan Aurduri I Akan Direhab Tahun Depan, BPJN Anggarkan Rp15 Miliar
Tribunjambi/Zulkifli
Jembatan Aurduri I Jambi. 

Jembatan Aurduri I Akan Direhab Tahun Depan, BPJN Anggarkan Rp15 Miliar

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pekerjaan rehabilisi Jembatan Aurduri I yang mengalami kerusakan akan dilakukan pada tahun 2020 mendatang.

Saat ini masih dalam proses penyusunan desain rehab jembatan dan perkiraan anggaran. Diperkirakan akhir bulan Desember 2019 ini selesai. Untuk anggaran rehab, pihak BPJN sementara ini mengalosikan anggaran sebesar Rp 15 miliar.

Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) IV Jambi Bosar P Saribu mengatakan, setelah desain rehab selesai, baru akan bergeser ke pekerjaan lain. Namun untuk melayani perayaan Natal dan tahun baru ini, perbaikan pengencangan baut bagian atas jembatan terus dilakukan.

"Agak beda mendesain rehab jembatan dengan membuat jembatan baru. Kalau mendesign baru agak mudah, tanahnya tahu, yang nak lewat bebanya tahu, Jadi. Namun rehab, yang lama dulu diukur. Seperti pondasinya yang mengalami karat itu diukur dulu tingginya, sisa kekuatanya berapa, penambahannya di mana. Rehab ini lama disurvei, kalau jembatan baru lama dianalisanya," jelas Bosar.

Gara-gara Sering Bertengkar, 300 Lebih Pasutri di Bungo Cerai

Al Haris Beberkan Penyebab 78 Jamaah Umrah Terkatung-katung di Jakarta, Agen Travel Akan Dipanggil

Kepala Terminal Sri Bulan Sarolangun Imbau Pemudik Beli Tiket di Loket Resmi

Kronoligi Cewek di Tebo Digilir Tiga Pria di Depan Sang Pacar, Pelaku Pura-pura Pergoki Korban

Proses pengencangan baut yang dilakukan sekarang, disebutkan Bosar ada kendala dengan adanya utilitas kabel PLN dan pipa PDAM di tepi jembatan. Kabel listrik tersebut sedikit mengganggu pekerjaan, karena membahayakan pekerja. "Kita sudah surati pihak bersangkutan namun sepertinya belum ditanggapi," jelasnya.

Sementara itu, untuk pekerjaan rehab berat yang akan dilaksanakan tahun depan, terutama di bagian pondasi dan lantai jembatan. Pihak BPJN pun saat ini masih memikirkan teknisnya, bagaimana pekerjaan tersebut tidak mengganggu lalu lintas.

"Jadi kami lakukan survey detail, supaya penanganannya itu efesien tidak main bongkar. Mudahan-mudahan bisa nanti kita perbaiki, tapi lalu lintas jalan. Ganti-gantian kalau perlu. Satu lajurpun susah karena panjangnya 500 meter," ungkapnya.

Dikatakan Bosar, mereka juga sudah mempelajari alternatif-alternatif pengalihan lalu lintas seandainya jembatan ditutup total saat perbaikan, namun ternyata sangat jauh dan perlu koordinasi dengan berbagai pihak seandainya itu dilakukan.

Kemudian untuk wacana pembangunan duplikasi jembatan, baik di lokasi tepat di sebelah jembatan Aurduri I atau di lokasi lain, hingga saat ini menunggu keputusan dari pusat. Namun kata Bosar telah disampaikan ke pimpinan ada kebutuhan akan hal itu.

"Prosesnya masih panjang, kalau pun disetujui tahun depan, masih lama prosesnya, seperti pembebasan lahan, kemudian desain, Amdal, itu lama bisa satu tahunan bahkan lebih," ujarnya.

Namun untuk saat ini, pihak BPJN memastikan, jembatan yang berada di Jalan Lintas Timur Sumatera tersebut aman untuk dilintasi. Kemacetan lalu lintaspun sudah bisa diminimalisir setelah area taman di ujung Jembatan dibuka untuk dilalaui lalu kendaraan yang akan mengarah ke kawasan Buluran, Kota Jambi.

Penulis: Zulkifli
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved