DETIK-detik Kriss Hatta Bebas Dari Penjara, Kado Hari Ibu Termanis Untuk Tuty Suratinah, Sang Ibunda

Kecupan ibunda Kriss Hatta Tuty Suratinah atau Ana menjadi pemandangan menarik ketika putranya resmi keluar dari LP Cipinang, Jakarta Timur, Minggu

KOMPAS.com/ANDIKA ADITIA
Artis peran Kriss Hatta mengenakan baju tahanan saat rilis di Polda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Rabu (24/7/2019). Kriss ditangkap karena kasus penganiayaan.(KOMPAS.com/ANDIKA ADITIA) 

Dituntut 10 bulan Setelah ditahan, kasus Kriss pun bergulir di meja hijau.

Dalam persidangan, Kriss dituntut 10 bulan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Jaksa menyatakan Kriss Hatta bersalah atas adanya tindakan pemukulan pada Antony Hileenar berdasarkan Pasal 351 Ayat 1 KUHP tentang penganiyaan.

Hadirkan banyak saksi

Demi menunjukkan bahwa dirinya tak bersalah, Kriss sempat menghadirkan banyak saksi di dalam persidangan.

Salah satunya adalah dokter RSCM yang menangani visum Antony.

Kriss mengklaim, dokter yang menangani pembuatan visum et repertum terhadap Antony Hillenaar, turut heran.

Keheranan itu, kata Kriss, soal pengakuan Antony yang dinilai menyimpang.

Penyimpangan itu salah satunya adalah pengakuan Antony yang darahnya terus mengucur dari hidung selama empat jam usai dipukul Kriss Hatta.

Pembelaan Kriss Hatta

Saat sidang beragendakan nota pembelaan atau pleidoi, Ibunda Kriss Tuty Suratinah memberikan dukungannya.

Bahkan tak hanya ibunya, beberapa teman dekat Kriss Hatta serta pengacaranya kompak mengenakan kaus yang bertuliskan #SaveKrissHatta.

Lalu, Kriss Hatta menduga Antony hanya mencari uang atas kasus pemukulan itu.

Pasalnya, ada angka yang ditawarkan oleh Antony untuk berdamai.

Angka perdamaian itu disebut oleh Kriss Hatta saat membacakan pleidoi di hadapan majelis hakim.

Mulai dari Rp 1 miliar hingga akhirnya Kriss Hatta sepakat dengan angka Rp 150 juta.

Namun sayang, perdamaian itu tak membuahkan hasil apa-apa pada kasusnya.

Sebab, Kriss Hatta masih menjalani hukuman hingga dituntut 10 bulan penjara.

Divonis 5 bulan Setelah melalui rangkaian persidangan, majelis hakim PN Jakarta Selatan akhirnya menjatuhkan vonis lima bulan penjara kepada Kriss.

Kriss divonis lima bulan penjara karena dinyatakan terbukti bersalah melakukan pemukulan terhadap Antony Hillenaar.

Vonis ini lebih sedikit dari tuntutan jaksa, yakni 10 bulan penjara. Kriss Hatta dijerat dengan Pasal 351 Ayat 1 KUHP terkait penganiyaan.

Untuk hal yang meringankan, Kriss dinilai berlaku sopan dan telah memberikan uang ganti rugi kepada Antony sebesar Rp 150 juta.

Sementara hal yang memberatkan tidak ada. Kriss pun dikatakan bakal bebas 22 Desember 2019 setelah vonis dirinya dipotong oleh masa tahanan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pagi Ini Kriss Hatta Bebas, Berikut Perjalanan Kasusnya" 

Editor: rida
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved