Sisi Lain Jambi

Makam Sang Ksatria di Tanjabtim di Ambang Longsor, Situs Rangkayo Hitam Bersejarah Menanti Sentuhan

Menurut keterangan penjaga makam Rangkayo Hitam tersebut, Ismail (43), kondisi seperti ini sudah mulai terjadi sejak tiga tahun terakhir.

Makam Sang Ksatria di Tanjabtim di Ambang Longsor, Situs Rangkayo Hitam Bersejarah Menanti Sentuhan
Tribunjambi.com/Abdullah Usman
Kondisi makam Rangkayo Hitam di Kabupaten Tanjab Timur, Jambi. (Foto diambil Desember 2019). 

Makam Sang Ksatria di Tanjab Timur di Ambang Longsor, Situs Rangkayo Hitam Menanti Sentuhan

BANGSA yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya. Begitu perkataan sang proklamator, Ir Soekarno, pada peringatan Hari Pahlawan, 10 November 1961.

Soekarno memberi aba-aba pada tiap generasi agar tak melupakan perjuangan tokoh-tokoh bangsa.

Bagi masyarakat Jambi, nama Rangkayo Hitam sudah tak asing lagi. Nama dia diabadikan pada sejumlah nama jalan di beberapa derah di Provinsi Jambi, termasuk di Kota Jambi. Nama ini dikenal sebagai sosok sakti dan pemberani, yang tidak pernah mampu untuk ditaklukkan.

Peninggalan situs sejarah Rajo Rangkayo Hitam, yang berada di Kelurahan Simpang Kecamatan Berbak Tanjab Timur saat ini terancam rusak bahkan longsor akibat abrasi. (Desember 2019).
Peninggalan situs sejarah Rajo Rangkayo Hitam, yang berada di Kelurahan Simpang Kecamatan Berbak Tanjab Timur saat ini terancam rusak bahkan longsor akibat abrasi. (Desember 2019). (Tribunjambi.com/Abdullah Usman)

Rangkayo Hitam merupakan putra dari putra dari Putri Selaras Pinang Masak. Ia merupakan sosok di lingkungan Kesultanan Jambi yang menolak pemberian upeti kepada kerayaan lain.

Ia memiliki pendirian bahwa Kesultanan Jambi adalah kerajaan berdaulat. Ia tidak mau tunduk kepada kerajaan manapun. Dalam kisah yang turun-temurun dituturkan, disebut bahwa putra kedua dari Putri Selaras Pinang Masa itu mengusir utusan dari Raja di Jawa yang minta upeti.

Pantat Atta Halilintar Ditepok Aurel Hermansyah, Ashanty Keceplosan Rencana Nikah Sang Anak

Pengakuan Yuni Shara tentang Kehidupan Seksual, dari Ranjang, Alat Bantu s/d Nikah dan Cinta

WIKIJAMBI - Mengapa Lubuk Larangan di Bungo Punya Tiga Tingkatan? Air Jernih dan Bersih

Kisah tentang Rangkayo Hitam ini setidaknya terdapat dalam tiga buku, yakni buku yang berjudul Jambi Pada Masa Abad 15-16 yang ditulis oleh Junaidi T Noor, lalu buku berjudul Jambi dalam Sejarah Nusantara karya A Mukti Nasruddin, serta buku berjudul Kisah Selaro Pinang Masak dan Orang Kayo Hitam karya Iskandar Zakaria.

Ada keragaman tapi juga banyak kesamaan dalam kisah-kisah di buku-buku tersebut, tentang Rangkayo Hitam. Kisah Rangkayo Hitam ini merupakan cerita yang terjadi pada abad ke 15.

Makam Rangkayo Hitam hingga kini masih bisa ditemui, yakni di Desa Simpang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Makam ini panjangnya sekitar 5 meter dengan lebar sekitar 1,5 meter. Banyak peziarah yang datang ke sini.

Namun sayang, satu situs bersejarah ini kondisinya sedang memprihatinkan. Situs bersejarah itu sedang terancam rusak akibat abrasi Sungai Batanghari. Lokasi makam itu berjarak hanya beberapa meter dari tepi Sungai Batanghari.

Halaman
1234
Penulis: Abdullah Usman
Editor: duanto
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved