Seleksi CPNS 2019

Bukannya Memberikan Sanggahan, Peserta Seleksi CPNS Ini Malah Bertanya Cara Upload

Sejumlah peserta bukannya menggunakan fitur sanggahan untuk menyanggah hasil pengumuman seleksi administrasi CPNS,

Bukannya Memberikan Sanggahan, Peserta Seleksi CPNS Ini Malah Bertanya Cara Upload
Tribunjambi/Samsul Bahri
Kepala Bidang pengangkatan Pensiun dan Data Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Muarojambi, Buya Nahri. 

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Sejumlah peserta bukannya menggunakan fitur sanggahan untuk menyanggah hasil pengumuman seleksi administrasi CPNS, namun malah menggunakan fitur tersebut untuk curhat.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Pengangkatan Pensiun dan Data Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Muarojambi Buya Nahri, Selasa (17/12).

Ia menyebutkan, bahwa fitur sanggahan itu seharusnya digunakan oleh peserta CPNS yang merasa keberatan terhadap hasil dari pengumuman yang telah dilakukan pada Senin (16/12) kemarin.

Adapun keberatan tersebut berkenaan dengan keyakinan peserta telah memenuhi syarat tetapi dimasukkan dalam TMS (tidak memenuhi syarat).

"Ini malah sebagai tempat curhat, di mana peserta ada yang lulusan SMA ikut CPNS sementara tidak ada untuk formasi CPNS hanya ada untuk SMK Pertanian, itu di fitur sanggahan minta diluluskan," sebutnya.

Lebih lanjut diterangkan oleh Buya, terhadap lulusan SMA tersebut mengisi fitur sanggahan berkali-kali untuk diluluskan.
Selain itu, ada juga mempertanyakan cara meng-upload ulang data yang salah upload, ada juga bahkan yang menjelaskan kenapa dirinya tidak meng-upload beberapa berkas.

"Ada juga yang tanya cara upload ulang berkas yang salah upload, ada yang tidak upload STR kemudian cerita di fitur sanggahan kalau STR-nya masih dikirim dari Bungo," terangnya.

Jadi kata Buya, peserta salah mengartikan fitur sanggahan yang disediakan dalam website tersebut.

Padahal kata Buya fitur sanggahan yang disediakan selama 10 hari dari tanggal 16 sampai 26 Desember tidak mengubah apapun berkas yang telah di-upload.

"Masa sanggah tidak dimaksudkan untuk mengubah kembali, mengunggah ulang, tidak untuk menambah informasi, tidak untuk mengunggah dokumen yang salah dan tidak memperbaharui dokumen atau menambah dokumen apapun," jelasnya.

Penulis: samsul
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved