Ahli Gambut Universitas Jambi: KHG Air Hitam Laut Rusak Parah Akibat Karhutla

Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi sepanjang tahun 2019 mengakibatkan kerusakan gambut yang cukup parah di wilayah Provinsi Jambi.

Ahli Gambut Universitas Jambi: KHG Air Hitam Laut Rusak Parah Akibat Karhutla

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi sepanjang tahun 2019 mengakibatkan kerusakan gambut yang cukup parah di wilayah Provinsi Jambi. Bahkan beberapa kawasan kesatuan hidrologi gambut (KHG) mengalami kerusakaan yang sangat parah.

Seperti disampaikan Aswandi, ketua Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH) Universitas Jambi kerusakan terparan terjadi di KHG Batanghari- Air Hitam Laut. Serta beberapa kawasan KHG Taman Nasional Berbak Sembilang.

"KHG Batanghari-Air Hitam Laut rusak parah ini harus diprioritaskan termasuk KHG TNBS kalau tidak diselamatkan khawatir akan semakain parah," katanya saat menyampaikan materi PRIMS di Swissbelhotel pada Senin (16/12/2019).

Ia menyampaikan bahwa aktivitas restorasi hanya bisa memperlambat kerusakan gambut. Apa lagi sejauh ini aktivitas restorasi di berbagai negara tidak berjalan mulus dan harus menghabiskan biaya yang sangat mahal.

AJI Kota Jambi Gelar Workshop PRIMS Fitur Ekosistem Gambut dan Aktivitas Restorasi

Bakal Calon Gubernur Jambi Mulai Pamer Pasangan, Fasha Masih Tunggu Dua Bulan

Lapas Bungo Mendadak Digeledah, Polres Bungo Kirim 60 Personel

Cek Namamu, Hasil Seleksi Administrasi CPNS Kementrian Agama Akan Diumumkan Malam Ini

Untuk itu salah satu solusi untuk menyelamatkan kawasan gambut di Jambi dari kerusakan yang terjadi adalah dengan menghentikan aktivitas di kawasan gambut dan mengembalikan fungsinya sebagai daerah resapan air.

"Gambut itu ada karena air, kalau dikeringkan tentu rusak dan dampaknya besar sekali. Makanya saya berani katakan selagi masih ada eksploitasi maka gambut akan terus terbakar," ujarnya.

Berdasarkan data Walhi Jambi luas gambut yang terbakar dan rusak akibat kebakaran hutan tahun 2019 mencapai 114 ribu hektar. 80 persen yang terbakar terjadi di kawasan konsesi perusahaan dengan nilai kerugian mencapai 145 triliun rupiah.

Namun berdasarkan data BNPB luas hutan dan lahan terbakar dalam priode Januari hingga September 2019 di Jambi mencapai 39.638 hektar. (Dedy Nurdin)

Penulis: Dedy Nurdin
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved