Sulastomo Meninggal Dunia
Mantan Ketua PB HMI 1963-1966 Sulastomo Meninggal Dunia di Usia 80 Tahun
Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam periode 1963-1966 Sulastomo meninggal dunia pada Jumat, pukul 11.04 WIB
TRIBUNJAMBI.COM - Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam periode 1963-1966 Sulastomo meninggal dunia pada Jumat, pukul 11.04 WIB.
Sulastomo di Rumah Sakit Mayapada Lebak Bulus Jakarta.
Almarhum Sulastomo meninggal dalam usia 80 tahun dan dimakamkan di TPU Tanah Kusir.
• Demi Pesta Minuman Keras, 8 Pemuda Bersenjata Celurit di Jakarta Barat Rampas HP Turis
• Pedangdut Nella Kharisma Mendadak Berani Tampil di TV, Sempat Trauma Karena Hal Ini!
Menurut info yang diterima Tribunjambi.com dilansir dari ANTARA, jasad almarhum dikebumikan di Taman Pemakaman Umum Tanah Kusir, Jakarta Selatan selepas shalat Ashar.
"Almarhum Mas Tom dimakamkan di Blok A 187 Tanah Kusir Ba’da Ashar. Tiba jam 16.30 dimakamkan," ujar Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Dewan Masjid Indonesia (DMI) Arief Rosyid.
• Ingat Danny Nugroho yang Tahun Lalu Masuk Orang Terkaya di Indonesia, Begini Kondisinya Sekarang
• TKI Asal NTT Tersesat di Dubai, Kebingungan dan Sulit Bicara, Selamat Berkat Postingan Facebook
Sulastomo yang berprofesi sebagai dokter itu meninggal dunia di usia 80 tahun. Sebelum dimakamkan, jasad almarhum sempat dibawa ke rumah duka yang berada di Perumahan Megapolitan Cinere, Depok.
Arief mengatakan bahwa sebelum meninggal, almarhum yang kerap disapa Mas Tom itu sering mengajaknya berdiskusi dengannya sejak sebelum Arief menjadi Ketua Umum PB HMI periode 2013-2015.
"Selalu banyak keteladanan yang melekat setiap mengakhiri pertemuan dengannya. Beliau sempat berpesan agar kita menjaga integritas dan reputasi," ujar Arief.
• Terungkap Alasan Sebenarnya Presiden Jokowi Pilih Wiranto Sebagai Ketua Watinpres
• Hantu Nenek Kagetkan Prilly Latuconsina, Kemampuan Rahasia Akhirnya Keluar Tiba-tiba
Hingga akhir hayatnya, Arief mengatakan bahwa almarhum tak pernah memiliki jarak dengan junior-juniornya di HMI. "Meskipun saya dengan Mas Tom ada bentang periode 50 tahun atau setengah abad. Jarak yang panjang itu tak membuat almarhum berjarak dengan adiknya di HMI," ujar Arief.
"Semoga almarhum Mas Tom diampuni segala dosa dan kesalahannya serta diterima dan dilipatgandakan pahala seluruh amal ibadahnya serta diberikan tempat terbaik di sisi-Nya," ujar dia. (ANTARA)