Perdagangan Gelap Baby Lobster jadi Target Besar

Beberapa permasalahan kriminal masih menjadi PR besar di wilayah hukum Polres Tanjab Timur. Kasat Reskrim, AKP Johan Silaen

Perdagangan Gelap Baby Lobster jadi Target Besar
Tribun Jambi/Nurlailis
Petugas BKIPM menunjukkan baby lobster. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Beberapa permasalahan kriminal masih menjadi PR besar di wilayah hukum Polres Tanjab Timur. Kasat Reskrim, AKP Johan Silaen mengatakan, ke depan beberapa kasus menjadi target prioritas.

Hal tersebut dikatakan Johan Silaen, Jumat (13/12) di Muara Sabak.

Ia mengatakan, beberapa persoalan harus ditangani secara lebih serius lagi ke depan. Berdasarkan data kasus kriminal yang terjadi di Tanjab Timur dari Januari hingga penghujung tahun 2019 ini didominasi kasus pencurian. Baik pencurian ringan hingga berat, selain itu juga terkait kegiatan ilegal. Karena banyak juga diketahui kasus-kasus ilegal yang terjadi sepanjang tahun ini.

"Salah satu kasus ilegal yang menjadi fokus kita ke depan yakni perdagangan gelap baby lobster (BL)," ujar Kasatreskrim yang baru saja sertijab dari jabatan lamanya sebagai Kapolsek Jelutung.

"Tentunya kasus BL ini akan menjadi target dan ke depan akan menjadi penyelidikan lebih lanjut lagi," tambahnya.

Selain itu, beberapa langkah yang mungkin dapat dilakukan yakni berkoordinasi bersama perangkat desa dan camat setempat, untuk menjalin sinergi dan koordinasi.

"Terlebih bagi kawasan kawasan pesisir yang memang wilayah empuk untuk jalur-jalur tikus dan penyelundupan," pungkasnya.

Penulis: Abdullah Usman
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved