Breaking News:

Ini Alasan Polres Muarojambi Tidak Tahan Azwar Muda Meski Telah Jadi Tersangka

Azwar Muda mantan Lurah Tanjung, Kecamatan Kumpeh Ilir, Kabupaten Muarojambi tidak ditahan meski telah ditetapkan sebagai tersangka kasus RTLH.

Ini Alasan Polres Muarojambi Tidak Tahan Azwar Muda Meski Telah Jadi Tersangka

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI-Azwar Muda mantan Lurah Tanjung, Kecamatan Kumpeh Ilir, Kabupaten Muarojambi tidak ditahan meski telah ditetapkan sebagai tersangka kasus RTLH. Hal ini disampaikan oleh Kasatreskrim Polres Muarojambi, AKP George Alexander.

Ia menyebutkan bahwa tidak dilakukannya penahanan terhadap Azwar Muda lantaran selama ini Azwar Muda bertindak korperatif dalam setiap pemanggilan. Hal ini sesuai dengan aturan dalam UU (Pasal 21 UU Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana).

"Karena yang bersangkutan memang kooperatif, sesuai dengan aturan yang ada. Apabila dia tidak akan menghilangkan barang bukti, jadi tidak ditahan," terangnya.

Resmikan Mapolres Tanjab Barat, Kapolda: Ini Mapolres Termegah di Jambi

Sabu-sabu Dikemas Dalam Bentuk Teh China, 3 dari 6 Orang yang Ditangkap Dijadikan Tersangka

Kisah Kurir Sabu Tergiur Upah Rp 25 Juta Sekali Kirim, Pengedar Antarpulau Rutin Antar Via Jambi

Kata George, Azwar Muda bisa saja dilakukan penahanan jika memang dirinya dicurigai melakukan tindakan-tindakan yang misalnya akan berupaya menghilangkan barang bukti atau tidak hadir saat dilakukan pemanggilan, namun sejauh ini kata George Azwar Muda selalu hadir.

"Sejauh ini tidak ada kecurigaan untuk menghilangkan barang bukti dan yang bersangkutan juga kooperatif saat kita mintai keterangan," sebutnya.

Untuk diketahui bahwa AM ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan Korupsi RTLH tahun 2016 lalu. Yang mana ada dua kelompok di Desa Tanjung yang memperoleh bantuan RTLH dari Kementerian Sosial yakni kelompok Tanjung I dan Tanjung II.

Adapun dana yang digelontorkan tersebut sebesar Rp 240 juta untuk setiap kelompok. Satu kelompok terdiri dari delapan orang, dimana masing-masing orang menerima Rp 15 juta untuk bantuan bedah rumah. Setelah dilakukan audit oleh Inspektorat, ditemukan kerugian negara sekitar Rp 93 jutaan.

Penulis: Samsul Bahri
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved