Tercatat Jadi 'Pembunuh Nomor Dua', Ini Faktor Risiko Utama Penyebab Stroke Paling Sering Hipertensi

Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2016 menunjukkan, stroke menempati peringkat kedua sebagai penyakit tidak menular penyebab kematian. Strok

Tercatat Jadi 'Pembunuh Nomor Dua', Ini Faktor Risiko Utama Penyebab Stroke Paling Sering Hipertensi
Ilustrasi 

Tak jarang, stroke menyebabkan cacat pada bagian tubuh baik sementara maupun seterusnya.

Gejala awal stroke biasa dianggap sepele oleh orang yang merasakannya.

Para tenaga medis mengenal istilah FAST dalam mengenali gejala awal penderita stroke.

FAST merupakan singkatan dari Face Dropping, Arm Weakness, Speech Difficulty, dan Time.

Face Dropping merupakan perubahan bentuk wajah, sementara Arm Weakness adalah tangan/lengan yang lemas atau mati rasa.

Speech Difficulty adalah kesulitan berbicara, dan Time merepresentasikan waktu untuk membawa pasien ke rumah sakit.

Pertolongan Pertama

Jika orang di sekitar Anda mengaku merasakan gejala-gejala tersebut, jangan pikir panjang, langsung larikan ke rumah sakit terdekat.

Mengutip situs Medical News Today, berikut pertolongan pertama terhadap penderita stroke:

Telepon Rumah Sakit terdekat

Usai menelefon ambulans/ Rumah Sakit terdekat, tetaplah tenang.

Pastikan area di sekitar Anda dan penderita stroke relatif aman dan jauh dari lalu-lalang.

Berbicaralah kepada penderita.

Tanyakan siapa namanya, dan beberapa pertanyaan lainnya.

Jika orang tersebut tidak bisa berbicara, mintalah dia untuk menggenggam tangan Anda saat menjawab pertanyaan.

Jika ia tidak bisa merespon, besar kemungkinan kesadarannya telah hilang.

Jika penderita dalam kondisi sadar 

Posisikan orang tersebut senyaman mungkin.

Mereka harus berbaring dengan penopang di bagian kepala dan leher.

Jangan banyak mengubah posisi mereka.

Longgarkan pakaian yang ketat, seperti bagian kerah kemeja.

Jika tubuh penderita terasa dingin, gunakan jaket atau sweater untuk menghangatkannya.

Periksa apakah saluran pernafasannya lancar.

Tidak ada muntahan, atau kesulitan untuk bernafas.

Jika orang tersebut tampak kesulitan bernafas, tempatkan ia dalam posisi miring.

Tenangkan orang tersebut.

Katakan bahwa pertolongan sebentar lagi akan datang.

Sementara itu, jangan beri mereka makanan atau minuman apapun.

Ingat dengan baik gejala dan kondisi orang tersebut, sehingga Anda bisa menceritakannya kepada petugas medis.

Cek jam dan lamanya waktu orang tersebut terkena gejala stroke.

Jika penderita dalam kondisi tidak sadar

Jika penderita stroke berada dalam kondisi tidak sadar, posisikan mereka sebagai berikut.

Posisi ini dinamakan Recovery Position:

1. Berlutut di samping penderita

2. Ambil lengan terjauh dan tempatkan pada bagian kanan tubuhnya

3. Tempatkan lengan satunya melintasi dadanya

4. Sementara lengan terjauh dalam posisi lurus, bengkokkan lututnya

5. Pegang dengan baik kepala dan legernya, kemudian arahkan tubuhnya ke samping. Dengan begini, kaki yang dibengkokkan menyentuh lantai

6. Miringkan kepalanya sehingga muntahan perlahan keluar

7. Jika muntahan tidak keluar, ada baiknya membantu mengeluarkannya secara manual.

Langkah selanjutnya adalah memperhatikan aliran nafas orang tersebut.

Caranya:

1. Angkat pipi orang tersebut dan miringkan kepalanya sedikit ke belakang

2. Lihat bagian dadanya, apakah ada pergerakan (seperti saat bernafas)

3. Dengarkan suara nafasnya

4. Tempelkan pipi pada mulut mereka dan rasakan aliran nafasnya

Jika tidak ada tanda-tanda bernafas, langkah selanjutnya adalah melakukan Cardiopulmonary Resuscitation (CPR).

Namun, ada baiknya Anda menunggu tenaga medis untuk melakukan hal ini.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ketahui Pertolongan Pertama terhadap Stroke agar Tidak Meninggal"

Penulis : Sri Anindiati Nursastri
Editor : Sri Anindiati Nursastri

Editor: rida
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved