Tercatat Jadi 'Pembunuh Nomor Dua', Ini Faktor Risiko Utama Penyebab Stroke Paling Sering Hipertensi

Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2016 menunjukkan, stroke menempati peringkat kedua sebagai penyakit tidak menular penyebab kematian. Strok

Tercatat Jadi 'Pembunuh Nomor Dua', Ini Faktor Risiko Utama Penyebab Stroke Paling Sering Hipertensi
Ilustrasi 

Hipertensi atau tekanan darah yang tinggi akan merusak elastisitas pembuluh darah di otak, dinding pembuluh darah menebal dan mempermudah terbentuknya plak.

Presiden Jokowi Resmikan Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek, Catat Jadwal Tarif Gratis Akhir Tahun!

Diskon Ratusan Ribu Rupiah, Daftar Harga HP saat Harbolnas 12.12 dari Merk Xiaomi hingga Samsung

Mengapa PDIP Tak Setuju Hukuman Mati Bagi Koruptor Padahal Presiden Jokowi dan Maruf Amin Setuju?

Keadaan ini akan membuat lumen pembuluh darah menyempit dan tersumbat, akibatnya otak tidak bisa mendapat suplai oksigen dan nutrisi yang akan menyebabkan kerusakan hingga kematian sel saraf di otak.

Selain itu hipertensi kronis akan menyebabkan penipisan dinding pembuluh darah arteri yang lebih kecil, dan menyebabkan terbentuknya gelembung yang bisa pecah sewaktu-waktu.

Selanjutnya, darah yang keluar dari pembuluh darah akan menekan sel saraf di sekitarnya dan menyebabkan kerusakan.

Tubuh mempunyai kemampuan mengabsorbsi darah, sehingga bila perdarahan tidak luas pemulihannya akan lebih baik dari stroke penyumbatan.

"Namun bila perdarahan luas akan berakibat fatal," tuturnya.

Oleh sebab itulah, kata Eka, dianjurkan dokter agar dapat melakukan pengukuran tekanan darah sendiri (PTDR) atau home blood pressure monitoring (HBPM) untuk mencegah terjadinya stroke.

Kelas Inspirasi Sasar Sejumlah SD di Kerinci pada 18 Januari 2020

7 CARA Sederhana Mengatasi Anak Susah Makan, Kamu Patut Coba!

Rocky Gerung Sebut Pemecatan Dirut Garuda Hanya Pencitraan dan Momen Erick Thohir Cari Panggung

Ternyata Begini Cara Ari Askhara Selundupkan Harley Davidson di Garuda Indonesia, Pakai Cara Bersih?

gejala stroke

Eka menuturkan, gejala stroke seringkali muncul secara mendadak.

Meski, progresivitasnya bisa bertahap atau langsung parah.

Halaman
1234
Editor: rida
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved