Kasus Bunuh Diri

Siswa yang Bunuh Diri di Tanjab Timur Baru 2 Minggu Pindah Sekolah, Kepsek Duga Masalah Pribadi

Pihak SMAN 9 Tanjab Timur angkat bicara terkait kasus bunuh diri yang melibatkan siswa di sekolah tersebut.

Siswa yang Bunuh Diri di Tanjab Timur Baru 2 Minggu Pindah Sekolah, Kepsek Duga Masalah Pribadi
Tribun Jambi/Abdullah Usman
Proses pemakaman jenazah siswa SMA di Tanjab Timur yang bunuh diri. Korban siswa kelas XI SMA negeri di Tanjab Timur itu gantung diri diduga karena pelajaran terlalu berat dan dirinya tidak kuat. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Pihak SMAN 9 Tanjab Timur angkat bicara terkait kasus bunuh diri yang melibatkan siswa di sekolah tersebut. Sebelum melancarkan aksi nekatnya, korban sempat curhat perihal beratnya beban pelajaran pada malam sebelum kejadian, Kamis (12/12).

Seperti diberitakan sebelumnya, warga Desa Teluk Majelis Kecamatan Kuala jambi Kabupaten Tanjabtim geger dengan kasus gantung diri oleh seorang pemuda yang diketahui berstatus pelajar.

Dalam kejadian tersebut almarhum (RR) warga RT 11 Dusun 3 Desa Teluk Majelis, Kecamatan Kuala Jambi, Kabupaten Tanjabtim, tidak meninggalkan pesan ataupun wasiat, hanya saja curhatan pada malam sebelum kejadian menjadi tanda penyebab.

Menanggapi hal tersebut pihak sekolah melalui Kepala SMAN 9, Lubis menuturkan dirinya turut berduka cita atas meninggalnya salah satu siswanya tersebut. Meski siswa tadi terbilang baru di sekolahnya.

"Ia, RR sendiri merupakan siswa baru di SMAN 9 ini, lebih kurang baru berjalan dua minggu. Tapi memang selama dua minggu tersebut hanya pada minggu pertama dirinya aktif sekolah jelang minggu kedua dirinya kerap absen," ujar kepala sekolah.

Lanjutnya, pihak sekolah tidak tinggal diam terkait hal tersebut dan sudah menanyakan langsung kepada pihak keluarga (orang tua) almarhum.

Mengingat sebentar lagi akan dilaksanakan ujian, pihak sekolah juga tidak mungkin membiarkan hal tersebut berlarut.

Dari penjelasan orang tua almarhum terakhir, si anak memang tidak mampu mengikuti pelajaran di tempat sekolahnya yang baru.

Pihak sekolah tetap melakukan pendekatan dan pendampingan agar almarhum tetap mau sekolah.

"Memang sebelumnya dirinya itu pindahan dari beberapa sekolah, pesantren, dan Aliyah baru ke SMA. Memang untuk dapat beradaptasi dengan pelajaran sedikit berbeda dari sekolah sebelumnya," ujarnya.

"Setiap anak kan beda-beda, dirinya juga terbilang baru dan belum terbiasa, kemungkinan juga depresi dan tidak banyak yang mengetahuinya, " tambahnya.

Dalam kesehariannya di sekolah pada minggu pertama tersebut terbilang baik. Bahkan si anak tadi terkenal mudah bergaul dan membaur.

"Kalau permasalahan sekolah kemungkinan besar bukan karena itu penyebabnya, mungkin masalah pribadi atau permasalahan lain," jelasnya lagi.

Penulis: Abdullah Usman
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved