Sudah Kaya Raya, Ari Askhara Masih Selundupkan Harley Bekas, Kenapa Orang Suka Barang Mewah?

Memiliki barang-barang mewah atau branded memang menjadi impian banyak orang. Terkadang, orang rela melakukan apapun asal bisa mendapatkan barang

Sudah Kaya Raya, Ari Askhara Masih Selundupkan Harley Bekas, Kenapa Orang Suka Barang Mewah?
Kolase Tribunnews.com/Apfia dan Kompas.com/Rully
Ari Askhara, Dirut Garuda resmi dipecat Menteri BUMN, Erick Thohir karena menyelundupkan onderdil Harley. Ternyata, ia punya harta kekayaan senilai Rp 37,5 miliar. 

Sudah Kaya Raya, Ari Askhara Masih Selundupkan Harley Bekas, Kenapa Orang Suka Barang Mewah?

TRIBUNJAMBI.COM - Kasus penyelundupan motor Harley Davidson dan sepeda Brompton yang diduga dilakukan oleh Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara ramai diperbincangkan publik.

Kasus bermula saat pesawat bertipe baru dan belum pernah dioperasikan oleh PT Garuda Indonesia tersebut mendarat di hanggar milik PT Garuda Maintenance Facility (GMF) Bandara Soekarno-Hatta.

Penemuan barang mewah oleh petugas Bea dan Cukai di lambung pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA9721 bertipe Airbus A330-900 Neo terjadi pada Minggu (17/11/2019) lalu.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan menunjukkan kepada awak media onderdil atau suku cadang motor Harley Davidson dan sepeda Brompton ilegal yang diselundupkan di pesawat baru milik Maskapai Garuda Indonesia berjenis Airbus A330-900 NEO di Jakarta, Kamis (5/11/2019).
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan menunjukkan kepada awak media onderdil atau suku cadang motor Harley Davidson dan sepeda Brompton ilegal yang diselundupkan di pesawat baru milik Maskapai Garuda Indonesia berjenis Airbus A330-900 NEO di Jakarta, Kamis (5/11/2019). ((KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIA))

Perlu diketahui, Harley Davidson klasik tipe Shovelhead keluaran tahun 1972 yang ditemukan di pesawat Garuda tersebut harganya berkisar Rp 800 juta.

Sementara sepeda bermerek Brompton berkisar Rp 30 juta-80 juta.

Memiliki barang-barang mewah atau branded memang menjadi impian banyak orang.

Terkadang, orang rela melakukan apapun asal bisa mendapatkan barang yang dianggap mewah itu.

Asmara 7 Tahun Tukang Pijat & Tukang Jagal Berakhir Pembunuhan, Korban Membusuk 5 Bulan di Kamar Kos

Beredar Kabar Nata de Coco Terbuat dari Plastik, Ini Kata BPOM

Faktor gengsi

Psikolog sosial Hening Widyastuti mengatakan, seseorang menyukai barang mewah karena faktor gengsi.

Halaman
123
Editor: suci
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved