Ini yang Terjadi Ketika PKS Peringati Hari Anti Korupsi Sedunia: Pak Jokowi Utang Mata Saudara Novel

Dalam memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia, Juru Bicara Partai Keadilan Sejahtera Muhammad Kholid meminta presiden Joko Widodo

Ini yang Terjadi Ketika PKS Peringati Hari Anti Korupsi Sedunia: Pak Jokowi Utang Mata Saudara Novel
(KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO)
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menghadiri pelantikan anggota DPR, DPD, dan MPR periode 2019 - 2024 pada sidang paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/9/2019) pagi. 

TRIBUNJAMBI.COM - Dalam memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia, Juru Bicara Partai Keadilan Sejahtera Muhammad Kholid meminta presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan komitmennya dalam pemberantasan korupsi.

Yaitu dengan menyelesaikan sejumlah masalah terkait Pemberantasan korupsi.

Salah satunya, mengungkap kasus penyiraman air keras kepada penyidik senior KPK, Novel Baswedan.

"Pak Jokowi utang mata Saudara Novel Baswedan. Sudah 2,5 tahun lebih kasus Novel Baswedan tidak jelas penyelesaiannya," ujar Khalid dalam siaran persnya, Senin, (9/12/2019).

Dengan kekuasaan yang dimilikinya, Menurut Kholid, Presiden Jokowi harus bisa mengungkap siapa dalang di balik penyiraman air keras tersebut.

Karena selama ini upaya yang dilakukan aparat penegak hukum cenderung stagnan.

Selain itu dalam peringatan hari anti korupsi, presiden harus mendengarkan kehendak rakyat yang menginginkan diterbitkannya Perppu KPK, sebagai imbas dari revisi UU KPK yang di isinya cenderung melamahkan upaya pemberantasan korupsi.

"Presiden Jokowi jika berkomitmen dengan agenda pemberantasan korupsi seharusnya berkenan mendengarkan aduan suara masyarakat sipil yang menginginkan dikembalikannya kewenangan KPK seperti sebelum direvisi, "pungkasnya.

Pejabat Utama (PJu) Polresta Jambi Diganti, Ini Nama-namanya

Agnez Mo Pulang ke Indonesia, Bandingkan Rekaman Video Penyambutan Februari 2019, Jauh Beda

Kontras minta Jokowi evaluasi Polri

Sekretaris Jenderal Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Andy Irfan, meminta Presiden Joko Widodo mengevaluasi penanganan kasus penyiraman air keras kepada penyidik KPK, Novel Baswedan.

Halaman
12
Editor: Leonardus Yoga Wijanarko
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved