Kejati Jambi Rilis 13 Nama Daftar Pencarian Orang (DPO), Ada yang Ditangkap Saat Jemput Anak

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi dan jajaran merilis 13 nama-nama Daftar Pencarian Orang (DPO)

Tribunjambi/Jaka HB
Lexy Fatharani selaku kasi penerngan hukum Kejaksaan Tinggi Jambi, pada Jumat (2/8). 

Kejati Jambi Rilis 13 Nama Daftar Pencarian Orang (DPO), Ada yang Disergap di Warung Soto di Jakarta

TRIBUNJAMBI.COM-Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi dan jajaran merilis 13 nama-nama Daftar Pencarian Orang (DPO)

Empat orang diantaranya berhasil ditangkap oleh tim intelijen selama 2019. Penangkapan dilakukan setelah tim melakukan pengintaian beberapa waktu.

Lexy Fatharani selaku Kasi Penerangan hukum Kejati Jambi mengatakan, pihaknya hingga saat ini masih melakukan pencarian terhadap nama-nama DPO. Dia juga meminta juga meminta kerja sama semua pihak, untuk memberikan informasi, jika mengetahui keberadaan para DPO.

Hadiri Haul Syekh Abdul Qodir Al Jailani, Safrial Ajak Amalkan Peri Kehidupan Sufi Beliau

"Ada yang sudah ditangkap oleh petugas intelijen Kejati bersama kejari. Ada juga yang beritikad baik dengan menyerahkan diri. Dan masih terdapat beberapa orang lagi yang masih dalam pencarian,” ungkap Lexy, belum lama ini.

Keberhasilan kejaksaan dalam mengungkap keberadaan para DPO, tidak terlepas dari peranan semua lapisan masyarakat.

“Jika mengetahui keberadaan DPO segera laporkan ke kantor kejaksaan terdekat agar cepat kami eksekusi," jelasnya.

Universitas Muhammadiyah Jambi Membuka Pendaftaran Mahasiswa Baru 2020-2021

Nama 13 DPO selama 2019 adalah Sanggar Parapat, Mawardi, Gunardi, Dadang Saputra, Zuliadi Sipayung, Siswati, Drs Joni Rusman, Zulfikar, dan Yusuf Sagoro. Nama-nama ini masih dalam dalam pencarian. Sementara 4 lainnya, Zainal Abidin, Yahya, Justri, dan M Zaki, berhasil ditangkap tim intelijen Kejati Jambi.

Sebelumnya diketahui Mawardi, PNS Kota Jambi yang bertugas di KPU Kota Jambi pada 2013. Mawardi dinyatakan bersalah korupsi uang kegiatan pemeriksaan dan kampanye oleh akuntan publik senili Rp346 juta dan pemeriksaan kesehatan pasangan calon walikota dan wakil walikota Jambi senilai Rp98 juta.

Ada juga nama Drs Joni Rusman, pensiunan PNS, mantan Kepada Dinas Budparpora Sarolangun. Dengan perkara tindak pidana korupsi pengelolaan anggaran kegiatan dan program Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Sarolangun TA 2011.

Halaman
12
Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved