Wikijambi

WIKIJAMBI Handle Persneling Mobil Ukiran Kayu Kepala Kobra Dll, Keistimewaan Perajin Pulau Betung

Warga Desa Pulau Betung lebih banyak membuat ukiran persneling atau handle gigi mobil bermotif kepala hewan, seperti kepala ular kobra, burung, dll

WIKIJAMBI Handle Persneling Mobil Ukiran Kayu Kepala Kobra Dll, Keistimewaan Perajin Pulau Betung
Tribun Jambi/Rian Aidilfi
Perajin di kampung ukiran kayu di Desa Pulau Betung, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi. 

Bahkan, almarhum, kata Janik, dulu sering membeli ukiran-ukiran seperti hiasan, kursi dan lainnya dari desa ini.

Tak hanya itu, para pejabat yang ada di Jambi, pun juga banyak yang memesan maupun membeli langsung kerajinan tangan dari desanya.

Perajin di kampung ukiran kayu di Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi. sfs
Perajin di kampung ukiran kayu di Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi. sfs (Tribun Jambi/Rian Aidilfi)
Hal itulah yang membuat para pengrajin di Desa Pulau Betung saat itu semangat untuk membuat ukiran. Lantaran merupakan sumber pencarian utama.

"Itu yang bisa saya kenang dari almarhum. Desa ini sungguh diperhatikan," ujar Janik.

Berbanding terbalik dengan sekarang. Kata Janik, masyarakat di desanya sudah banyak yang beralih profesi menjadi petani. Hanya tersisa sekira 18 kepala keluarga yang masih aktif menjadikan ukiran kayu sebagai sumber utama penghasilannya.

"Sekarang ini kami seperti tak diperhatikan oleh pemerintah. Yang masih perduli dengan kami hanya pejabat camat saja yang memperhatikan kerajinan ukiran kami agar tidak punah," katanya.

Janik mengakui bahwa ini adalah sumber mata pencarian utama keluarganya. Ia, anggota keluarga dan beberapa warga lainnya sepakat eksis membuat ukiran ini masih tetap berjalan lantaran semangatnya untuk memasarkannya ke luar Jambi.

"Ukiran-ukiran yang sudah jadi ini kami jual ke luar daerah. Karena peminatnya masih cukup tinggi. Ini sumber utama penghasilan kami. Kalau tidak, kami tidak makan," sebut Janik.

Ukiran-ukiran yang siap untuk dijual, kata Janik dibawa keliling kota seperti Pekanbaru, Padang, Bengkulu, Palembang dan Lampung.

"Di sana kami punya pelanggan tetap. Tiap bulan ratusan ukiran berupa asbak, porsneling mobil dan lainnya kami antar ke sana. Bisa dikatakan habis dan kami pulang membawa uang," ungkapnya.

Halaman
1234
Penulis: Rian Aidilfi Afriandi
Editor: duanto
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved