Waspada Banjir

Waspadai Serangan Hewan Buas, Ketinggian Air di Tanjab Timur Mendekati Siaga 3

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) memetakan beberapa wilayah rawan terdampak

Penulis: Abdullah Usman | Editor: Fifi Suryani
tribunjambi/Abdullah Usman
Personel BPBD Kabupaten Tanjab Timur melakukan pemantauan ke sejumlah kecamatan yang digenangi air akibat rob atau banjir kiriman, Kamis (5/12). Warga diimbau waspada pada binatang buas sebagai imbas tergenangnya air. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) memetakan beberapa wilayah rawan terdampak banjir Rob, menyusul curah hujan yang cenderung tinggi di awal Desember.

Dari 11 kecamatan di Kabupaten Tanjab Timur, tercatat ada beberapa kecamatan yang masuk wilayah rawan terdampak bencana banjir.

Hal tersebut diketahui berdasarkan hasil pemetaan BPBD. Meski tidak semua kecamatan terdampak banjir, namun ada beberapa wilayah yang harus diwaspadai dan diantisipasi.

"Tercatat ada beberapa wilayah yang rawan banjir, diantaranya lima kecamatan yang rawan banjir Rob. Diantaranya Kecamatan Sabak Timur, Nipah Panjang, Sadu, Mendahara dan Kecamatan Kuala Jambi," papar Kabid Pencegahan dan

Kesiapsiagaan BPBD Tanjabtim, Rahmad, Kamis (5/12) di Muara Sabak.

"Rata-rata wilayah tersebut berada di kawasan pesisir," jelasnya.

Untuk itu pihaknya mengimbau masyarakat yang berada di kawasan pesisir agar lebih meningkatkan kewaspadaan di musim penghujan seperti saat ini.

"Selain antisipasi banjir tersebut, kita juga meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap gangguan atau serangan hewan buas saat banjir," pungkasnya.

Selain itu, BPBD juga menyebut terdapat tiga kecamatan lainnya juga berdampak banjir kiriman (luapan sungai) yang biasa disebut banjir kiriman dari kawasan uluan.

"Ada tiga kecamatan yang terancam terdampak banjir kiriman tersebut, yakni Kecamatan Berbak, Dendang dan Rantau Rasau," papar Kabid Rahmad.

Menurut Rahmad, berdasarkan laporan yang mereka terima saat ini dari hasil pengukuran oleh tim BWSS, ketinggian permukaan air berada di angka 4,36 meter atau masih dikatakan normal.

Namun keadaan tersebut akan berubah jika kondisi air terus mengalami kenaikan. Berada di angka 4,52 saja sudah masuk kategori siaga 3.

"Tidak menutup kemungkinan ketinggian air tersebut akan terus bertambah, mengingat curah hujan yang turun saat ini cukup tinggi dan merata di wilayah Provinsi Jambi," jelasnya.

Saat ini BPBD kata Rahmad, terus rutin melakukan patroli ke tiga kecamatan, terutama kawasan-kawasan yang kerap terdampak.

"Dari hasil pemantauan sekarang masih kategori normal, meski sudah mendekati siaga," ujarnya.

Terpisah Camat Rantau Rasau A Yani mengatakan, saat ini genangan air masih normal meski memang sedikit tinggi. Masih mengikuti pasang surut air laut, dalam artian saat pasang air naik dan saat surut air pun kembali surut.

Untuk genangan bilang A Yani, sudah terlihat di kawasan perkampungan simpang Desa Rantau Makmur dan sekitarnya. Begitu pula untuk tanaman padi juga belum terendam berbahaya tinggi.

"Saat ini kita terus melakukan monitoring, dan rutin melaporkan ke pihak kabupaten terkait perkembangan kondisi air,” pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved