Siti Aisyah Maafkan Putranya Meski Telah Dianiaya hingga Terluka, Kejadian di Bungo Jambi

Arif secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap ibunya sendiri, Siti Aisyah.

Siti Aisyah Maafkan Putranya Meski Telah Dianiaya hingga Terluka, Kejadian di Bungo Jambi
Tribunjambi/Mareza
Muhammad Arif hanya bisa menerima vonis majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Muara Bungo. 

Siti Aisyah Maafkan Putranya Meski Telah Dianiaya hingga Terluka, Kejadian di Bungo Jambi

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Muara Bungo, maaf seorang ibu menjadi pertimbangan majelis hakim untuk meringankan hukuman.

Hal itu terjadi dalam sidang putusan terdakwa perkara penganiayaan atas nama Muhammad Arif. Dia divonis secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap ibunya sendiri, Siti Aisyah.

Dalam amar putusan yang dibacakan hakim anggota, Melky Salahudin, hukuman terdakwa diberatkan oleh tindakannya terhadap ibu kandungnya.

"Perbuatan terdakwa dilakukan terhadap ibu kandung sendiri. Perbuatan terdakwa dilakukan karena masalah sepele," katanya di ruang sidang PN Muara Bungo, Kamis (5/12/2019).

Nama Istri Gubernur Jambi Disebut Sebagai Penerima Suap, KPK: Ada Kemungkinan

Tak Mau Kooperatif, Pemkot Jambi Akan Laporkan Rekanan Nakal Ke Kejaksaan

Bawaslu Provinsi Jambi: Money Politics Sulit Dibuktikan Ketika Masyarakat Diam

Korupsi RAPBD Jambi, KPK: Ada 95 Saksi Dalam Perkara Elhelwi Dkk

Sedangkan hal-hal yang meringankan, terdakwa mengakui perbuatannya dan bersikap sopan di persidangan. Selain itu, perbuatan terdakwa sudah dimaafkan oleh ibu kandungnya sendiri.

Hal itu disampaikan langsung oleh ibu kandung terdakwa dalam persidangan sebelumnya. Saat menjadi saksi di bawah sumpah, Siti Aisyah mengaku ikhlas memaafkan perbuatan anaknya.

Perbuatan itu dilakukan terdakwa pada Senin (1/8/2019) lalu, di rumah orang tuanya di Dusun Rantau Panjang, Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Bungo.

Korban yang tidak lain adalah ibu kandungnya bertanya tentang keberadaan ponsel suaminya (ayah terdakwa) yang ada di kamar. Entah apa yang merasukinya, terdakwa langsung menjawab dengan nada tinggi dan melempar satu buah kepala ke arah korban. Namun, kelapa itu tidak mengenai korban.

Terdakwa kemudian memukul korban pada pipi sebelah kiri dan membenturkan dahinya ke dahi korban hingga luka.

Halaman
12
Penulis: Mareza
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved