Berita Merangin

656 Petani di Jangkat Upaya Selamatkan Taman Nasional, Ini yang Dilakukan di TNKS

Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) di wilayah Kabupaten Merangin terus tergerus akibat pembalakan, pembukaan jalan dan perburuan.

656 Petani di Jangkat Upaya Selamatkan Taman Nasional, Ini yang Dilakukan di TNKS
tribunjambi/muzakkir
Petani Jangkat binaan Mitra Aksi di bawah naungan Pundi Sumatera dan TFCA. Upaya selamatkan TNKS 

Selamatkan TNKS, 6 Desa di Jangkat Manfaatan Lahan Kritis

Laporan Wartawan Tribunjambi Muzakkir

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO -- Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) di wilayah Kabupaten Merangin terus tergerus akibat pembalakan, pembukaan jalan dan perburuan.

Pembukaan dan perambahan TNKS dan penyangganya, 65 persen dipicu oleh trend komoditas tanaman kopi yang memiliki nilai ekonomi serta alasan kondisi lahan yang ada tidak lagi menghasilkan (kritis).

Ada enam desa di Kecamatan Jangkat yang menjadi binaan mereka, yaitu, Desa Muara Madras, Renah Alai, Renah Pelaan, Pulau Tengah, Koto Renah dan Koto Rawang bersepakat melakukan upaya perlindungan kawasan TNKS dan penyangga melalui pemanfaatan lahan kritis dan reboisasi.

Direktur Yayasan Mitra Aksi, Suparlan Siswo Sudarwo menyebutkan komitmen ini tertuang dalam SK bersama dan peraturan desa.

Pengasuh Melly Goeslaw Akhrinya Ditemukan, Peluk Erat Bekas ART Nike Ardilla yang Kini Jadi Pemulung

"Ada 36 kelompok tani terdiri dari 656 petani yang bersepakat untuk zona perlindungan dan konservasi penyangga TNKS melalui upaya pertanian organik di lahan kritis. Sudah mendapatkan SK Bupati juga tentang penetapan kawasan organik di Oktober lalu,” kata Suparlan.

Petani Jangkat binaan Mitra Aksi di bawah naungan Pundi Sumatera dan TFCA. Upaya selamatkan TNKS
Petani Jangkat binaan Mitra Aksi di bawah naungan Pundi Sumatera dan TFCA. Upaya selamatkan TNKS (tribunjambi/muzakkir)

Menurut dia, saat ini masih ada seluas 1.213 hektare lahan kritis yang berada di enam desa di Kecamatan Jangkat.

Selama satu tahun seluas 2.193, 12 hektare sudah di-SK-kan untuk pertanian organik dengan melibatkan petani perempuan sebagai ujung tombak kegiatan.

Pria yang akrab disapa Parlan ini menyebut, sebelumya kelompok petani perempuan yang tergabung dalam kelompok wanita tani tidak begitu ada kegiatan.

Halaman
123
Penulis: muzakkir
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved