Berita Tanjab Barat

Masih Signifikan, Petani Kopi di Tanjab Barat Berharap Ada Kenaikan Harga

Masih Signifikan, Petani Kopi di Tanjab Barat Berharap Ada Kenaikan Harga

Masih Signifikan, Petani Kopi di Tanjab Barat Berharap Ada Kenaikan Harga
Tribunjambi/Darwin Sijabat
Masih Signifikan, Petani Kopi di Tanjab Barat Berharap Ada Kenaikan Harga 

Masih Signifikan, Petani Kopi di Tanjab Barat Berharap Ada Kenaikan Harga

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Harga kopi di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat) tidak mengalami kenaikan atau penurunan signifikan. Dan, warga mengharapkan adanya kenaikan harga.

Sejak tahun lalu, Murdianto, petani kopi di Parit Tomo, Kecamatan Betara mengatakan, saat ini harga kopi per kilogramnya Rp 27 ribu dengan kadar air 12 persen.

Harga tersebut masuk kategori kopi asalan atau kopi yang tidak menggunakan SOP. Sementara harga kopi dengan SOP (green bean) dijual seharga Rp 130 ribu per kilo nya.

JANGAN Minum Kopi Saat Menstruasi! Bisa Memperparah Kram Pada Perut Hingga Gangguan Hormon

Merananya Kini Kehidupan Saipul Jamil di Penjara, Mengurus Warung Kopi hingga Jadi Guru Tari

Ribuan Bibit Kopi Liberika Tungkal Ditanam, Petani Tanjab Barat Didorong Ramai-ramai Ikut Budidaya

VIDEO : Kakek Muklis, Pengemis Bawa Uang Rp 194 Juta di Tas Ransel,Fotonya Terpajang di Panti Sosial

"Kalau harga (kopi red) saat cenderung stabil, Rp 27 per kilo. Kalau green bean atau sesuai standar SOP itu Rp 130 ribu per kilo," sebut Murdianto, kepada Tribunjambi.com di Kelurahan Mekar Jaya, Betara, Jumat (29/11/2019).

Harga tersebut menurutnya sesuai dengan proses pengolahan yang panjang. Sebab mulai dari pemetikan, penjemuran dan penggilingannya sesuai standar.

Diungkapkannya, meski harga kopi green bean menguntungkan bagi masyarakat, hanya saja pembelinya masih sepi.

"Biasa itu belum matang sepenuhnya sudah dipetik dan digabung dengan kopi yang bagus. Kalau SOP harus matang nian," katanya.

Dia juga mengatakan jika saat ini dihargai 27 ribu per kilogram tergolong masih jauh dari harapan. Sebab bila dibandingkan dengan upah petik Rp 12 - 15 ribu per kaleng.

Sementara Jamil, Petani lainnya mengharapkan kepada pemerintah melalui dinas terkait untuk mendukung petani dengan memberikan solusi terkait peningkatan penjualan produk hasil pertanian Tanjab Barat tersebut.

"Mencarikan marketing dalam penjualan kopi jenis SOP, saat ini masih sepi pembeli," harapnya kepada pemerintah.

Masih Signifikan, Petani Kopi di Tanjab Barat Berharap Ada Kenaikan Harga (Darwin Sijabat/ Tribunjambi.com).

Penulis: Darwin
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved