Berita Nasional

Benar Ahok Akan Turun Tangan Saat Jokowi Ngaku Tahu Mafia Minyak yang Suka Impor? Sosok Dirahasiakan

Benar Ahok Akan Turun Tangan Saat Jokowi Ngaku Tahu Mafia Minyak yang Suka Impor? Sosok Dirahasiakan

Benar Ahok Akan Turun Tangan Saat Jokowi Ngaku Tahu Mafia Minyak yang Suka Impor? Sosok Dirahasiakan
Kolase Tribun Jambi
Basuki Tjahaja Purnama dan Jokowi 

TRIBUNJAMBI.COM - Buat geger para pejabat saat Presiden Jokowi mengaku tahu sosok mafia minyak yang suka impor, tapi enggan menyebutkan nama.

Ya, Presiden Joko Widodo ( Jokowi) mengancam kepada para mafia impor minyak dan gas (migas) yang menghambat berjalannya program pemerintah untuk mengurangi defisit transaksi berjalan yang melebar.

Defisit neraca transaksi berjalan pada kuartal III 2019 tercatat 7,7 miliar dollar AS atau 2,7 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Adik Ahok Beberkan Rahasia Buruk Kakaknya, Fifi Bongkar Kebohongan BTP Nikahi Puput Nastiti Devi

Muncul 5 Kartu Pedang, Denny Darko Ramal Nasib Ahok BTP di Pertamina: Gagal & Tak Berhasil Memimpin

Ahok Gigit Jari! Baru Jadi Bos Pertamina Sudah Didesak Warga Pantai Utara Karawang Ganti Rugi Ini

Said Sidu Beberkan Cara Kerja Mafia Migas, Mampukah Ahok BTP Memberantasnya?

Angka ini lebih rendah dibandingkan defisit kuartal sebelumnya, yaitu 8,2 miliar dollar AS (2,9 persen dari PDB).

"Yang saya sampaikan, kalau mengganggu B20, B30, dan urusan DNE, hati-hati. Akan saya gigit orang itu! Enggak selesai-selesai masalah ini kalau nggak kita selesaikan," kata Jokowi dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2019, di Jakarta, Kamis (28/11/2019).

Bahkan, dia mengantongi nama para pelaku mafia migas yang kerap mengimpor.

Namun, mantan wali kota Solo ini tak mau menyebutkan pelaku mafia tersebut.

"Kenapa ini tidak kita kerjakan dari dulu? Karena ada yang senang impor minyak. Saya tahu siapa yang suka impor minyak," ucapnya.

Pemerintah lagi gencar ingin merealisasikan penggunaan biodiesel agar mengurangi nilai impor yang membengkak sehingga berimbas terhadap neraca perdagangan yang defisit.

Adanya defisit perdagangan, maka mempengaruhi stabilitas nilai tukar rupiah.

"Kalau B20 sudah berjalan, sebentar lagi Januari 2020, B30 berjalan.

Halaman
1234
Penulis: ekoprasetyo
Editor: ekoprasetyo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved