VIRAL

Tagar #BebaskanLuthfi Trending Topik di Twitter, Anak Pembawa Bendera saat Demo Akan Diadili

Anak Pembawa Bendera Merah Putih saat demo menolak RKUHP dan RUU KPK, Luthfi alias LA bakal segera di adili.

Tagar #BebaskanLuthfi Trending Topik di Twitter, Anak Pembawa Bendera saat Demo Akan Diadili
Istimewa
Tagar yang jadi trending topic di Twitter 
Tagar #BebaskanLuthfi Trending Topik di Twitter, Anak Pembawa Bendera saat Demo Akan Diadili
TRIBUNJAMBI.COM - Sosok Anak Pembawa Bendera Merah Putih saat demo menolak RKUHP dan RUU KPK, Luthfi alias LA bakal segera di adili.
Ternyata banyak warganet tak terima dengan proses hukum yang dihadapi oleh sosok Luthfi.
Tagar #BebaskanLuthfi untuk Luthfi menggema di Twitter hari ini, Rabu (27/11/2019).
 

6 Deretan Artis Indonesia Tanggapi Agnez Mo, Nikita Mirzani Patah Hati, Hotman Paris Nyinyir

Kenapa Jokowi Care Banget dengan Ahok BTP? Apa Peran Jokowi pada Penunjukan BTP Jadi Komut Pertamina

Kisah Viral Pramugari Kereta yang Rela Berlulut 1 Jam Untuk Hibur Penumpang yang Menangis

Warganet yang tidak terima dengan penahanan LA menyerukan tagar #BebaskanLuthfi hingga menduduki posisi tertinggi sebagai topik yang paling tren dibahas.
Foto Luthfi mengenakan celana SMA memakai jaket dan membawa bendera menghindari gas air mata menjadi viral.
@cronis9 Anak yang Hebat kelak menjadi pemimpin bagi generasi nya #BebaskanLuthfi.

Ini Bukan Keadilan !! . Sepakat ?? Lambungkan Tagar #BebaskanLuthfi #BebaskanLuthfi . Colek Akun Wakil Rakyat yang anda Ketahui @fadlizon.

Wah mulai ga beres. Wong kanca2 kabeh yo dukuung lutfi. Jangan kau tindas generasi penerus bangsa dicuma pengen tegaknya keadilan demi bangsa ini.#BebaskanLuthfi.

Kasus maksa amat Berkas Luthfi, Pembawa Bendera saat Demo, Sudah di Kejaksaan #BebaskanLuthfi.


Trending Topik
Trending Topik (ist)

//


Melansir beberapa portal berita nasional, Kuasa hukum LA dari LBH Kobar, Sutra Dewi mengungkapkan menerima telah informasi pelimpahan berkas dari polisi pada Jumat (22/11) pekan lalu.

LA merupakan satu di antara demonstran yang terlibat dalam aksi pelajar STM di depan kompleks parlemen pada September lalu yang ditangkap polisi.
Usai pelimpahan kasus dari kepolisian ke kejaksaan, kliennya lantas dipindahkan ke Rumah Tahanan Salemba, Jakarta Pusat.

Setelah berbincang dengan jaksa yang menangani kasus, menurut Sutra, persidangan kliennya kemungkinan bakal digelar bulan depan. Kendati begitu pihaknya masih menunggu kepastian dari pihak pengadilan.

"Belum (ada jadwal). Kemarin saya bicara dengan jaksanya, saat dihitung-hitung, kemungkinan awal Desember katanya," ujar Sutra.

Sutra pun mengungkapkan kini tengah memilah saksi dan mengukur kemungkinan untuk mendatangkan pihak yang meringankan LA di persidangan kelak.

Sutra mengatakan, dalam kasus ini LA dijerat dengan Pasal 170, 212, 214 dan, 218 KUHP.

"Kali ini kami menyiapkan kemungkinan saksi yang meringankan Luthfi. Kami sedang pilah-pilah apakah ada saksi yang meringankan di persidangan nanti," sambungnya lagi.

Pasal 170 KUHP mengatur tentang kekerasan terhadap orang atau barang dengan ancaman beragam mulai dari maksimal 5 tahun enam bulan hingga 12 tahun.

Sementara Pasal 212 mengatur pidana bagi setiap orang melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan melawan pejabat yang menjalankan tugas dengan ancaman pidana maksimal 1 tahun empat bulan.

Marshanda Kepergok Bawa Suami Orang ke Apartemen, Emosi Karen Idol Usai Gerebek Suaminya Sedang Ini

Terlihat Tak Gunakan Bra, Foto Super Seksi Marshanda Bikin Salah Fokus, Sampai Kelihatan Bagian Ini

 

//

 

Pasal 214 mengatur pidana penjara bagi orang yang melakukan paksaan dan perlawanan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih. Ancaman pidananya beragam mulai dari tujuh tahun hingga 15 tahun bergantung pada akibat perbuatannya.

Sementara Pasal 218 KUHP mengatur mengenai barang siapa yang dengan sengaja tidak pergi setelah diperintah tiga kali, saat ada kerumunan.
Keikutsertaan itu diancam dengan pidana penjara paling lama 4 bulan dua minggu.

"Kami tetap seperti biasa, menunggu sidang. Kalau bisa, kami tetap mau mengajukan penangguhan. Atau lalu ya proses persidangan seperti biasa," tutur Sutra Dewi.
Ingat peristiwa September

Saat aksi demonstran pelajar yang terjadi seiring gelombang aksi penolakan pengesahan RKUHP dan RUU kontroversial lain pada September lalu, LA berada di lokasi aksi di kawasan sekitar Gedung DPR/MPR.

Namun, kata Sutra, kliennya itu mengatakan sama sekali tak melakukan perusakan.

"Kami berharap sih bebas ya. Karena kan namanya, itu euforia dan bukan kriminal. Ya tergantung putusan di pengadilan saja nanti hakim menilainya bagaimana," lanjut dia.

Ibu LA, menurut Sutra, telah menantikan hari sang anak bebas. Pasalnya anak ketiga dari empat bersaudara itu merupakan kesayangan sang ibu. Kata Sutra, ibu LA rutin nyaris saban Senin hingga Kamis tak pernah absen menjenguk LA.

"Keluarga inginnya bebas, terkhusus ibunya, ibunya itu kan paling dekat dengan LA. Dan kalau di keluarga dia yang paling baik, tidak merokok, tidak ada kenakalan," tutur Sutra.

Sebelumnya tim kuasa hukum sempat pula mengajukan penangguhan penahanan saat LA masih ditahan di Rutan Polres Jakarta Pusat. Tapi permohonan itu tak mendapat jawaban dari kepolisian.

Terkait aksi pelajar pada 30 September 2019 di depan kompleks parlemen, polisi kala itu mengamankan 519 orang. Saat itu setelah pemeriksaan dan pendataan, berdasarkan pantauan di Mapolda Metro Jaya terlihat puluhan orang tua menjemput anak mereka.

Demonstrasi para pelajar itu sendiri terjadi menyusul aksi mahasiswa, organ buruh, dan aktivis yang menentang pengesahan RKUHP dan RUU kontroversial lain di ujung masa bakti DPR periode 2014-2019. Bukan hanya di Jakarta, aksi serupa pun terjadi di wilayah-wilayah lain di Indonesia seperti Medan, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Kendari sepanjang September-Oktober lalu.
Penulis: Tommy Kurniawan
Editor: Tommy Kurniawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved