Selasa, 21 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

PLUS Minus Jadi Orang Kidal, Jangan Berkecil Hati, Ini Kata Peneliti

Tidak mudah menjalani hari sebagai seorang kidal. Walaupun 85 hingga 90 persen orang adalah kidal, namun orang kidal tetap menjadi minoritas dari

Editor: rida
Kompas.com
Ilustrasi kidal(DmitriMaruta) 

TRIBUNJAMBI.COM- Tidak mudah menjalani hari sebagai seorang kidal. Walaupun 85 hingga 90 persen orang adalah kidal, namun orang kidal tetap menjadi minoritas dari setiap populasi di bumi.

Hal ini menyebabkan orang kidal tidak mudah beradaptasi dengan lingkungan karena harus menggunakan alat-alat yang dirancang untuk mayoritas orang yang menggunakan tangan kanan.

Selain itu, banyak orang kidal yang terpaksa menulis dengan tangan kanan, seperti yang dialami Raja George VI dari Inggris.

Mereka sering mendapatkan diskriminasi dan dicurigai.

Hal ini dibuktikan dalam kata bahasa yang menggambarkan orang kidal.

Wawancara Khusus, Mahfud MD Tak Menyangka Prabowo Jadi Menhan, Saya Kaget Betul

Bukan Hanya Wajah Baru, Samsu Alam Kades Petahana Desa Sungai Jeruk, Tanjabtim Juga Kembali Terpilih

Jose Mourinho Larang Harry Kane Dijual Tottenham Hotspur pada Bursa Transfer 2020, Alasannya?

“Kanan" dalam Bahasa Inggris berarti "benar", sedangkan etimologi dari kata "sinister/jahat" dapat ditelusuri kembali ke kata Latin yang berarti "kiri."

Walaupun stigma menentang kidal telah memudar di sebagian besar tempat, para ilmuwan masih bingung oleh kesenjangan yang dialami para kidal.

Para peneliti masih berusaha memahami apa yang membuat orang lebih suka menggunakan satu tangan dan mengapa mayoritas orang menggunakan tangan kanan.

Pada tingkat individu, orang kidal mungkin ditentukan pada tahap awal pengembangannya.

Dalam jurnal Neuropsychologia (2005), para ilmuwan menjelaskan bahwa janin akan menunjukkan preferensi tangan di dalam rahim (dengan mengisap ibu jari satu tangan).

Kecenderungan ini akan berlanjut setelah mereka dilahirkan.

Meskipun tidak ada gen kidal, ternyata DNA merupakan salah satu penyebab kidal.

Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam Brain: A Journal of Neurology , para peneliti di University of Oxford meneliti DNA sekitar 400.000 orang di Inggris dan menemukan bahwa empat wilayah genom terkait dengan kidal.

Para ilmuwan juga menelusuri kidal dari perspektif evolusi.

Caranya, mendeteksi kidal dalam catatan arkeologis dengan mencari ciri-ciri anatomi tertentu dalam kerangka prasejarah, seperti asimetri dalam ukuran dan kepadatan tulang lengan, dan memeriksa alat prasejarah.

"Jika Anda tahu bagaimana alat itu dipegang dan bagaimana alat itu digunakan, maka Anda dapat melihat jejaknya dan menentukan apakah kidal atau tangan kanan yang menggunakan alat itu” kata Natalie Uomini, seorang ilmuwan senior di Institut Max Planck.

MISTERI Kematian Kopilot Wings Air, Benarkah Masalah Pekerjaan? Pihak Lion Group Tegaskan Soal SOP

Vanessa Angel Kembali Bikin Sensasi, Unggah Foto Pakai Tanktop dan Rok Super Minim: Duh Pengen Ken

CARA Mudah Mengecek Status Akreditasi Perguruan Tinggi dan Pprogram Studi Untuk Seleksi CPNS 2019

Bahkan, para ilmuwan juga melihat arah goresan diagonal pada gigi fosil untuk melihat tangan mana yang digunakan orang untuk merobek daging atau kulit binatang di mulut mereka.

Selain itu, orang kanan telah mendominasi dalam catatan arkeologi sekitar 500.000 tahun.

“Neanderthal, sepupu manusia kita yang sekarang sudah punah, juga sangat kidal,” ujar Uomini, seperti yang dikutip dari Lifescience (10/11/2019).

BREAKING NEWS: Banjir Bandang Hanyutkan Dua Rumah, Belasan Rumah dan 2 Tempat Ibadah Rusak

Langsung Tarik Pisau dari Sarungnya, Pria Ini Emosi Lihat Istri dan Siswa SMA Berduaan di Kuburan

Mengenang Seniman Zikir Berdah, Muarojambi, Saidin si Pembuat Biola yang Berjuang Melawan Tumor

Tanggapan Lion Air Grup Soal Pilot Wings Air Gantung Diri, Singgung Soal SOP & Karyawan

Uomini juga menambahkan, ada beberapa kelemahan menjadi kidal, salah satunya frekuensi yang tinggi pada kecelakaan kerja.

Namun, orang kidal juga memiliki keuntungan.

"Jika Anda kidal, Anda memiliki keuntungan yang mengejutkan karena kebanyakan orang terbiasa bertarung melawan orang yang menggunakan tangan kanan," sambung Uomini.

Salah satu olahraga yang menguntungkan orang kidal adalah anggar, seperti yang dilaporkan para ilmuwan dalam jurnal Laterality.

Jika hipotesis itu benar, itu menandakan bahwa minoritas kidal memiliki keunggulan dalam pertempuran dan dapat melawan kepunahannya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Misteri Tubuh Manusia, Kenapa Ada Orang Kidal?"

Penulis : Amalia Zhahrina
Editor : Sri Anindiati Nursastri

Benarkah Orang Kidal Lebih Kreatif?

Jumlah orang kidal hanya sekitar 10 persen dari populasi.

Ada banyak mitos mengenai orang kidal namun belum banyak penelitian yang membuktikan kebenarannya.

Berikut adalah beberapa mitos dan fakta tentang orang kidal.

Mitos: Orang kidal lebih kreatif

Ada beberapa kesamaan yang dimiliki oleh orang-orang kreatif, dan menjadi kidal bukanlah satu-satunya.

Keterkaitan antara orang kidal dan kreatifitas adalah mitos yang sudah berlangsung sangat lama.

Studi yang dilakukan tahun 1995 menemukan bahwa pria kidal cenderung berpikir kreatif dalam penyelesaikan masalah.

Namun, tidak ada perbedaan antara perempuan kidal dan yang tidak terhadap kreativitas.

“Ketika kamu melihat pencapaian kreatif di dalam hidup seseorang, tidak cukup kuat jika hanya dikaitkan dengan kidal,” kata Ronald Yeo, profesor di Universitas Texas di Austin.

Mitos: Orang kidal cenderung menjadi pemimpin

Enam dari dua belas presiden Amerika Serikat kerakhir adalah orang kidal.

Namun, menjadi kidal bukanlah sebuah kualifikasi untuk menjadi pemimpin, apalagi presiden.

Tidak ada bukti kuat secara ilmiah yang mampu mengaitkannya dengan kemampuan mempimpin.

Mitos: Orang kidal lebih cerdas

Sebuah penelitian pada tahun 70-an meneliti lebih dari 7.000 anak sekolah dasar.

Hasilnya, tidak ditemukan perbedaan dalam kemampuan intelektual antara mereka yang kidal dan yang tidak.

Namun orang kidal mungkin berpikir hal yang berbeda.

“Dunia ini bukan tempat yang ramah untuk orang yang kidal. Beberapa peralatan sehari-hari didesain untuk orang yang menggunakan tangan kanan. Orang kidal harus berpikir fleksibel dan menemukan cara terbaik untuk menggunakan alat tersebut,” kata psikolog Elizabeth Ochoa.

Mitos: Orang kidal introvert

Pengetahuan umum lainnya adalah orang kidal cenderung lebih introvert dari yang lainnnya.

Namun, studi yang dilakukan pada 2013 membuktikan bahwa tidak ada perbedaan antara lima kepribadian yang diuji bagi pengguna tangan kanan dan tangan kiri.

“Streotip bahwa orang kidal lebih introvert tidak terbukti” kata Gina Grimshaw dari Universitas Wellington, Selandia Baru.

Mitos: Orang kidal lebih sering menggunakan otak kanan

Karena kebanyakan orang yang tidak kidal menggunakan otak kirinya untuk memproses bahasa, itu berarti orang kidal berpikir menggunakan otak kanannya bukan?

Belum tentu.

Gina menemukan bahwa 98 persen orang yang tidak kidal berotak kiri, demikian juga 70 persen orang kidal.

“Sebagian besar, orang kidal tidak jauh berbeda dengan orang yang tidak kidal. Mereka tentu tidak memiliki otak yang terbalik” kata Gina.

Fakta: Orang kidal mungkin lebih mempunyai banyak masalah tidur

Sebuah penelitian dari jurnal Chest memantau gerakan anggota badan berirama antara orang kidal dan tidak saat tidur.

Hasilnya, 94 persen orang kidal tidur dengan gangguan gerakan tungkai periodik.

Sedangkan hanya 69 persen dari orang yang tidak kidal yang mengalami ganggunan gerakan tungkai periodik.

Fakta: Orang kidal berpeluang lebih besar mengalami gangguan kesehatan mental

Penelitian dari Universitas Yale menyimpulkan bahwa orang yang menderita penyakit mental berat seperti skinzofrenia lebih berpotensi diderita oleh orang kidal dibanding dengan gangguan mood seperti bipolar.

Kesimpulan itu dihasilkan dari penelitian terhadap kelompok kecil dari klinik psikiatri rawat jalan dan menemukan bahwa 40 persen dari mereka yang menderita skizofrenia adalah orang kidal.

Para peneliti tertarik untuk mengetahui lebih lanjut hubungan antara karakteristik psikosis (seperti hasulisinasi) dan kidal.

Mereka percaya jawabannya terletak pada bagian otak yang cenderung lebih banyak digunakan. (Aldo Christian Sitanggang)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Benarkah Orang Kidal Lebih Kreatif?"

Editor : Lusia Kus Anna

Sumber: Kompas.com
Tags
kidal
minus
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved