Dinding Kelas Rusak hingga Terbelah, Siswa SDN 212 Kota Jambi Harus Belajar Gantian Ruang Kelas

Kondisi dua ruang belajar di SDN 212 yang berada di Kelurahan Kenali Asam Bawah, Kecamatan Kota Baru, hingga saat ini masih memprihatinkan. Sehingga

Dinding Kelas Rusak hingga Terbelah, Siswa SDN 212 Kota Jambi Harus Belajar Gantian Ruang Kelas
Tribunjambi/Rohmayana
Kondisi dua ruang belajar di SDN 212 yang berada di Kelurahan Kenali Asam Bawah, Kecamatan Kota Baru, hingga saat ini masih memprihatinkan. Sehingga dua ruang belajar tersebut harus dikosongkan karena dianggap membahayakan. 

Dinding Kelas Rusak hingga Terbelah, Siswa SDN 212 Kota Jambi Harus Belajar Gantian Ruang Kelas

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Kondisi dua ruang belajar di SDN 212 yang berada di Kelurahan Kenali Asam Bawah, Kecamatan Kota Baru, hingga saat ini masih memprihatinkan. Sehingga dua ruang belajar tersebut harus dikosongkan karena dianggap membahayakan.

Satu kelas memang sudah lama digunakan sebagai gudang. Sementara satu kelas lagi saat Komisi IV DPRD Kota Jambi, Dinas Pendidikan Kota Jambi, dan tim teknis PUPR Kota Jambi turun ke SDN 212 siswa tidak boleh lagi belajar di kelas tersebut. Karena walaupun retak tidak terlalu besar, namun dianggap membahayakan.

Mengantisipasi dua ruang kelas yang sudah tidak bisa dipakai tersebut. Rubiati Kepala SDN 212 Kota Jambi terpaksa memakai kelas keyboard yang biasa digunakan siswa untuk latihan piano. Kelas ini akhirnya dipakai untuk kegiatan belajar mengajar kelas I, II, dan III.

Tiga Jabatan Eselon II yang Dilelang Pemprov Jambi Sepi Peminat, Kurang Strategis?

Kisruh Izin Kandang Ayam, DMPTSP Muarojambi: Pengajuan Izin di OSS Tidak Wajib Lampirkan Izin Warga

Dua Penyelundup 154 Ribu Benih Lobster di Jambi Divonis 7 Bulan

“Pianonya kita pinggirkan, dan kita letakkan kursi dan meja siswa di kelas keyboard. Karena kata tim teknis kemarin berbahaya kalau kelas yang rusak masih digunakan utuk kegiatan belajar mengajar,” sebut Rubiati.

Bahkan hingga saat ini sistem belajar mengajar masih dipararelkan. Jika kelas I sudah pulang, maka kelas II masuk, dan begitu juga yang dilakukan di kelas lainnya.

“Karena memang kita kurang kelas, dengan jumlah siswa sebanyak 309 siswa. Ya begitulah cara mengatur jam belajarnya, agar semua siswa tetap belajar,” katanya.

Sesuai dengan data ada 6 kelas yang ada di SDN 212 Kota Jambi. Dua diantaranya rusak parah. Total kelas yang masih bisa digunakan yakni hanya 4 kelas. 1 kelas lagi sudah lama dijadikan sebagai gudang karena kondisinya yang sudah retak dan tidak memungkinkan lagi untuk digunakan. Sementara satu kelas lagi juga tidak dipakai lagi karena dianggap berbahaya.

Rubiati mengatakan bahwa di lahan SDN 212 tersebut memang sempat ada masalah. Karena ada warga yang mengaku bahwa tanah tersebut tidak pernah dihibahkan ke SDN 212.

“Tapi sekarang masalahnya sudah selesai. Kita tinggal menunggu bantuan saja dari pemerintah Kota Jambi. Dan Alhamdulillah katanya 2020 akan diperbaiki kelas yang rusak parah ini,” katanya.

Halaman
12
Penulis: Rohmayana
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved