Usaha Penggilingan Padi Terancam Gulung Tikar, Banyak Petani Tanjabtim Tinggalkan Sawah

Seiring perkembangan zaman dan alih fungsi lahan, beberapa pengusaha penggilingan padi di Kabupaten Tanjab Timur terancam gulung tikar.

Usaha Penggilingan Padi Terancam Gulung Tikar, Banyak Petani Tanjabtim Tinggalkan Sawah
Tribunjambi/Abdullah Usman
usaha penggilingan padi di Tanjabtim terancam gulung tikar lantaran petani banyak memilih pekerjaan lain. 

Usaha Penggilingan Padi Terancam Gulung Tikar, Banyak Petani Tanjabtim Tinggalkan Sawah

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Seiring perkembangan zaman dan alih fungsi lahan, beberapa pengusaha penggilingan padi di Kabupaten Tanjab Timur terancam gulung tikar.

Perkembangan teknologi dan perkembangan berbagai sektor semakin terlihat jelas, baik dari industri hingga pertanian yang menimbulkan beberapa dampak negatif. 

Di Kabupaten Tanjabtim sendiri pada beberapa tahun silam, masyarakat masih mengandalkan bercocok tanam padi sebagai penghasilan dan mata pencarian masyarakat.

Satu diantara industri rumahan yang berdampak akibat perkembangan zaman yakni, usaha penggilingan padi. Meski dahulu menjadi andalan dan primadona saat masa panen tiba kini banyak gudang-gudang penggilingan tersebut tak ubahnya bagaikan bangunan suram.

MTQ ke-49, ASN dan Honorer Pemkab Bungo Diminta Kenakan Pakaian Muslim

Baru Saja Dihibahkan ke Kementerian Pendidikan, Kawasan LPMP Akan Digusur untuk Pelebaran Jalan

Hafyza, Gadis Kecil Asal Bungo Menderita Kanker Mata, Butuh Uluran Tangan Dermawan

Satu diantaranya penggilingan padi yang berada di perbatasan Desa Siau dalam dan Lambur Luar. Dikatakan Ambok Intang satu dari pengelola penggilingan padi tersebut menuturkan, usaha penggilingan padi saat ini sudah tidak seindah masa dulu. 

"Kalo dulu masa-masa usai panen dan hari-hari biasa selalu ada masyarakat yang datang untuk menggiling padi, mulai dari 3 bahkan hingga 5 karung lebih. Kalau sekarang jangan," ujarnya.

"Jangankan untuk hari biasa, pasca panen saja dapat dihitung petani yang mau menggiling padi. Berbeda dengan tahun tahun sebelumnya bahkan masyarakat rela mengantri," tambahnya.

Dengan kondisi yang terjadi saat ini, tidak menutup kemungkinan usaha giling padi 2-3 tahun kedepan sudah sulit untuk ditemukan. 

"Kalo sudah sepi terancam gulung tikar, biaya perawatan dengan penghasilan yang didapat sudah tidak seimbang belum lagi untuk makan," jelasnya. 

"Sudah tidak menjanjikan lagi, untuk makan pun tak cukup," pungkasnya.(usn)

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved