Human Interest Story

Hafyza, Gadis Kecil Asal Bungo Menderita Kanker Mata, Butuh Uluran Tangan Dermawan

Hafyza Arsylla Putri, batita kelahiran Bungo, 22 Maret 2017 ini hanya terbaring di ruang HCU bangsal anak, Rumah Sakit Umum Pusat Dr. M. Djamil Padang

Hafyza, Gadis Kecil Asal Bungo Menderita Kanker Mata, Butuh Uluran Tangan Dermawan
IST
Hafyza Arsylla Putri, batita kelahiran Bungo, 22 Maret 2017 ini hanya terbaring di ruang HCU bangsal anak, rumah sakit M Jamil Padang. 

Hafyza, Gadis Kecil Asal Bungo Menderita Kanker Mata, Butuh Uluran Tangan Dermawan

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Gadis kecil kelahiran Bungo ini tidak seberuntung gadis lainnya. Namanya Hafyza Arsylla Putri, batita kelahiran Bungo, 22 Maret 2017 ini hanya terbaring di ruang HCU bangsal anak, Rumah Sakit Umum Pusat Dr. M. Djamil Padang.

Sejak Jumat (15/11/2019) lalu, Hafyza belum sadarkan diri.

Elsy Varinia, satu di antara relawan Komunitas Cahaya yang peduli terhadap kanker mengabarkan kondisi Hafyza kepada Tribunjambi.com.

Gadis kecil berusia dua tahun itu didiagnosa mengalami retinablastoma (kanker mata).

"Kondisi Hafyza belum membaik. Sejak Jumat, Hafyza belum sadar. Sekarang dia masih di di ruang HCU Bangsal anak rumah sakit M Djamil," katanya, melalui pesan tertulis, Senin (18/11/2019).

Jelang Pilkada Serentak, ASN Kabupaten Bungo Diminta Tetap Netral

Prioritas Bupati Safrial, Stunting dan JKN Jadi Masalah Utama Pembangunan SDM di Tanjab Barat

Pemprov Jambi Resmi Hibahkan Aset LPMP ke Kemendikbud, Demi Pendidikan

Lebih sekitar 1,5 tahun terakhir, Hafyza menjalani serangkaian pengobatan untuk menyembuhkan penyakit yang dideritanya. Bolak-balik, dari Kabupaten Bungo ke Padang. Berulang-ulang. Berikhtiar terus-menerus. Beriring doa yang senantiasa dipanjatkan pada Tuhan.

Namun, hingga kini, buah hati dari pasangan Jujun dan Nurhayati itu belum juga sembuh.

"Sudah 1,5 tahun lebih bolak-balik Bungo-Padang untuk menjalani rangkaian pengobatan Retinablastoma (kanker mata) yang dideritanya," ungkap Elsy.

Orangtuanya hanya buruh tani. Hari-harinya dihabiskan di sawah atau kebun. Setiap hari mereka memeras keringat, meski dengan penghasilan yang tidak menentu.

Halaman
12
Penulis: Mareza
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved