Kasus Penggelapan

Gelapkan Motor, Warga Desa Sungai Landai Terancam 4 Tahun Penjara

Kejaksaan Negeri Muarojambi menerima pelimpahan tahap dua dalam kasus penggelapan kendaraan bermotor, Senin (18/11).

Gelapkan Motor, Warga Desa Sungai Landai Terancam 4 Tahun Penjara
Tribunjambi/Jaka HB
Ilustrasi: sidang kasus penggelapan. 

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Kejaksaan Negeri Muarojambi menerima pelimpahan tahap dua dalam kasus penggelapan kendaraan bermotor, Senin (18/11).

Adapun tersangka dalam kasus ini Tunjang Dwi Saputra yang merupakan warga RT 03 Desa Sungai Landai, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muarojambi.

Informasi yang diterima, tersangka melakukan penggelapan satu unit kendaraan motor pada Juni lalu.

Disampaikan Bripka J Sitanggang, Penyidik Pembantu Polsek Mestong perkara ini masuk berdasarkan laporan dari pihak leasing yang melaporkan tersangka melakukan penggelapan terhadap motor yang dikreditnya.

Hal ini lantaran tersangka tidak melakukan pembayaran kepada leasing. Karena itu kemudian pihak leasing melakukan konfirmasi terhadap keberadaan sepeda motor tersebut namun sepeda motor tersebut telah di berikan kepada keponakannya.

"Pelaku melakukan kredit motor yang sesuai SOP atas nama tersangka, katanya motor diserahkan kepada keponakannya, tanpa seizin pihak leasing. Kemudian saat dikonfirmasi leasing motor tidak ada lagi, dengan alasan digadaikan keponakannya ke temannya, yang berada di daerah sekayu Palembang,"jelasnya.

Sementara itu, Kasipidum Kejari Muarojambi, Bambang Harmoko menyebutkan terhadap pelimpahan ini pihaknya dalam waktu dekat akan memproses untuk pemberkasan ke Pengadilan Negeri Sengeti.

"Kita telah menerima pelimpahan dari penyidik ke Kejaksaan bersamaan dengan tersangka dan barang bukti. Untuk tersangka itu kita lakukan penahanan selama 20 hari," sebutnya

"Proses selanjutnya dalam waktu 7 hari kami harus limpahkan perkara ini ke pengadilan untuk dilakukan persidangan," sambungnya.

Sementara itu, atas perbuatan yang di lakukan oleh Tunjang, dirinya di sangkakan dengan pasal 36 nomor 42 UUD RI tahun 1999 tentang fidusia atau pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

Penulis: samsul
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved