Jumlah Siswa SD Terus Menurun, Dinas Pendidikan Tanjab Timur Wacanakan Regrouping

Dinas Pendidikan Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) mewacanakan untuk melakukan regrouping (penggabungan beberapa sekolah).

Jumlah Siswa SD Terus Menurun, Dinas Pendidikan Tanjab Timur Wacanakan Regrouping
Tribunjambi/Abdullah Usman
Kadis Pendidikan Tanjab Timur Junaidi Rahmad. 

Jumlah Siswa SD Terus Menurun, Dinas Pendidikan Tanjab Timur Wacanakan Regrouping

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Dinas Pendidikan Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) mewacanakan untuk melakukan regrouping (penggabungan beberapa sekolah). 

Hal tersebut dilakukan berdasarkan pemantauan setiap tahunnya, terdapat beberapa sekolah di Kabupaten Tanjung Jabung Timur mendapat nilai minus karena jumlah siswa terus menurun.

"Nilai minusnya dari segi jumlah siswa, dimana ada beberapa sekolah selama 2-3 tahun terakhir jumlah siswa didiknya mengalami penurunan," ujar Kadis Pendidikan Tanjab Timur Junaidi Rahmad.

"Terutama untuk sekolah SD ya, regrouping sekolah tersebut juga karena anggaran kita untuk SD sangat terbatas," jelasnya.

Hadiri MTQ ke 49 Tingkat Provinsi Jambi, Amir Sakib Doakan Prestasi Kafilah Tanjab Barat Meningkat

Rotasi Pejabat, Pemkot Jambi Peringatkan Pejabat Tak Bawa Fasilaitas Lama ke Tempat Baru

Hanya 56 Kepala Desa di Muarojambi yang Dilantik Serentak, Ini Alasan 6 Kepala Desa Ditunda

Dalam melakukan regrouping sekolah tersebut pihaknya tidak sembarang telah melalui beberapa kajian. Diantaranya dengan melakukan studi kelayakan kebeberapa sekolah.

"Bahkan di wilayah tertentu ada yang dalam kurun waktu lima tahun terakhir terus mengalami kemerosotan jumlah siswa, bahkan hanya berjumlah 60 orang siswa saja,"  jelasnya.

Dikatakannya pula, beberapa sekolah yang terancam diregrouping tersebut tersebar di beberapa Kecamatan di Tanjab Timur. Diantaranya di Kecamatan Rantau Rasau, Nipah Panjang dan Kecamatan Muara Sabak Timur. 

"Namun untuk saat ini masih dalam pengkajian kita bersama," tambahnya.

Sementara itu, berbeda dengan sekolah menengah pertama SMP. Dimana untuk SMP sendiri di beberapa wilayah khususnya terpencil justru pemerintah akan mewacanakan untuk penambahan sekolah baru. 

"Adapun beberapa wilayah yang kita prioritaskan pembangunan sekolah tingkat pertama tersebut berada di Kecamatan Sadu. Karena memang di sana untuk sekolah tingkat SMP masih kurang," pungkasnya. (usn)

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved