Penyakit Demam Babi Afrika (ASF) Mewabah, 'Sungai Darah' Muncul, Bangkai Babi Menumpuk di Truk

Penyakit Demam Babi Afrika (ASF) yang mewabah di Korea Selatan menyebabkan otoritas setempat memusnahkan 47.000 ekor babi yang ada di Korea Selatan.

Penyakit Demam Babi Afrika (ASF) Mewabah, 'Sungai Darah' Muncul, Bangkai Babi Menumpuk di Truk
GRID.ID
Darah akibat pemusnahan babi di tempat perjagalan kemudian menyebar ke Sungai Imjin karena hujan deras yang mengguyur 

TRIBUNJAMBI.COM- Penyakit Demam Babi Afrika (ASF) yang mewabah di Korea Selatan menyebabkan otoritas setempat memusnahkan 47.000 ekor babi yang ada di Korea Selatan.

ASF ditemukan di Korea Selatan dengan dugaan penyakit itu muncul dari babi yang melintasi Zona Demiliterisasi (DMZ), kasus pertama ada di Korea Utara (Korut) dan Korea Selatan dengan cepat melakukan langkah pencegahan, termasuk memperketat perbatasan.

Setiap babi hutan yang ketahuan melintas dari wilayah Korea Utara menjadi sasaran utama Militer Korea Selatan untuk dibasmi.

Baku Tembak dengan Terduga Teroris, Densus 88 Tewaskan 2 Orang, Pengejaran Berlangsung

ARTI Nama La Lembah Manah, Cucu Ketiga Presiden Jokowi Anak Kedua Gibran Rakabuming Raka

Sinopsis Film Sicario di Bioskop Trans TV Malam Ini, Pukul 21.00 WIB

Meski begitu Seoul melaporkan kasus pertama muncul sejak 17 September lalu, dan total kejadian sudah mencapai angka 13 kejadian.

Penyakit ini sudah mewabah di negara Asia lain seperti di China, Vietnam, dan Filipina.

Dicatat bahwa menurut laporan dari Organisasi Kesehatan Hewan Dunia atau OIE, Mongolia terjangkit pada Januari 2019, Vietnam terjangkit Februari 2019.

Seorang petugas kecamatan mengecek ke lapangan di Sungai Bedera di Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, Selasa siang tadi (5/11/2019). Camat Medan Marelan, M. Yunus mengancam pelakunya untuk dibawa ke ranah hukum karena pencemaran.(Istimewa)
Seorang petugas kecamatan mengecek ke lapangan di Sungai Bedera di Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, Selasa siang tadi (5/11/2019). Camat Medan Marelan, M. Yunus mengancam pelakunya untuk dibawa ke ranah hukum karena pencemaran.(Istimewa) (Kompas.com)

Disusul kemudian oleh Kamboja pada bulan Maret 2019 dan Hongkong di bulan Mei 2019.

Mei juga merupakan saat penyakit tersebut mewabah di Korea Utara, selanjutnya Laos pada Juni 2019, Myanmar dan Filipina pada Agustus 2019 dan Timor Leste September 2019.

Untuk kasus yang di Korea Selatan sendiri, otoritas memusnahkan 47.000 ekor babi yang ada di Korea Selatan.

Tepung Beras Atasi 3 Masalah Wajah, Mulai dari Keriput Hingga Lingkaran Hitam di Mata

Ahok BTP Gencar Diisukan Jadi Bos BUMN, Sandiaga Uno Teman Anies Baswedan Komentar, Begini Katanya

Jumlah Penderita HIV/AIDS di Jambi 1.836 Orang, Ibu Hamil Diminta Periksa

Namun, darah akibat pemusnahan babi di tempat perjagalan kemudian menyebar ke Sungai Imjin karena hujan deras yang mengguyur pada waktu setempat.

Prosedur pemusnahan babi itu dilaksanakan sepanjang akhir pekan, dan bangkai mereka dilaporkan masih diletakkan bertumpuk di sejumlah truk.

Adanya penundaan dalam produksi plastik yang akan digunakan untuk mengubur membuat otoritas tidak dapat segera mengubur binatang tersebut. (Ardi Priyatno Utomo)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Sungai di Korea Selatan Berubah Merah karena Terkena Darah Babi

BUKAN Soal Pekerjaan Atau Beban Kerja, Ini Alasan Krisdayanti Menyesal Jadi Anggota DPR RI

KOPASSUS Tuai Pujian Dunia Usai Lumpuhkan Komando Jihad di Negara Tetangga, 3 Menit Menegangkan

Meski Aromanya Mneyengat, Ini Deretan Manfaat Petai untuk Kesehatan, Mulai Anemia hingga Stres

VIDEO: Festival Media 2019 di Kota Jambi Dihadiri 38 Delegasi AJI se-Indonesia

Editor: rida
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved