Mendokumentasikan Heritage Lewat Tulisan di Festival Media AJI
Penulis: Dedy Nurdin | Editor: Teguh Suprayitno
Mendokumentasikan Heritage Lewat Tulisan di Fesmed Jambi
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Banyak bangunan bersejarah yang dibiarkan hacur dimakan usia, dirobohkan, direnovasi hingga berubah dari bentuk aslinya.
Akibatnya banyak pula nilai-nilai, simbol dan pesan penting dari peninggalan masa lalu itu yang hilang. Akibatnya, banyak sejarah penting tentang kearifan masa lalu di Indonesia sulit dilacak jejaknya.
Pesan inilah yang disampaikan Syofiardi Bachyul JB saat menyampaikan materi Workshop Publikasi Isu Heritage dpada Festival Media yang digelar i BPSDM Provinsi Jambi, Sabtu (16/11/2019).
Dalam materinya jurnalis kontributor The Jakarta Post banyak menampilkan potret kondisi heritage yang mulai diterlantarkan. Sebagian sampai saat ini masih dipahami dengan informasi yang keliru.
• Founder Drone Emprit: Data Cagar Budaya Masih Berserakan
• Menyuarakan Kelompok Orang Rimba yang Terpinggirkan di Jambi
• Gubernur Jambi Buka Festival Media Aji 2019 Literasi di Era Disrupsi
Pulau Cingkuak misalnya, pulau eksotis di Sumatera Barat ini disebut Ada benteng portugis, namun dari perjalanannya melakukan peliputan, pria yang akrab disapa Uda Syof ini menemukan sketsa Inggris tentang Pulau Cingkuak yang sebenarnya adalah tinggalan benteng VoC Belanda pada masa kolonial.
Arca bairawa di museum nasional, merupakan prasasti terbesar yang ada di sana. Arca yang menggambarkan Aditiawarman ini ternyata ditemukan di kawasan Darmasraya.
Peninggalan sejarah ini kemudian dibawa ke Bukit Tinggi melalui sungai Batanghari. Namun dalam perjalanannya satu dari Acra ini terjatuh ke sungai dan belum ditemukan sampai saat ini.
"Banyak peninggalan masa lalu yang tidak diperhatikan akan hilang dan rusak," ujarnya.
Natalia, Mahasiswi yang menjadi peserta kegiatan ini menyampaikan kesannya setelah mengikuti kelas penulisan isu heritage.
"Setelah mengikuti kelas ini rasanya kita diingatkan oh ternyata banyak yang ada di sekitar tempat tiggal kita itu tiggalan bersejarah. Sangat positif sekali, kita diberikan tips bagaimana cara membuat tulisan tentang isu heritage," katanya. (Dedy Nurdin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/16112019_fesmed3.jpg)