Konflik PT WKS, Empat SAD Anggota Serikat Mandiri Batanghari Dituntut 5 Bulan Penjara

Empat warga Suku Anak Dalam anggota kelompok Serikat Mandiri Batanghari (SMB) yang terlibat kasus pengerusakan kantor PT WKS dituntut 5 bulan penjara

Tribun Jambi/Jaka HB
Sidang perkara perusakan dan pengeroyokan oleh beberapa anggota Serikat Mandiri Batanghari (SMB) di area PT WKS kembali digelar. 

Konflik PT WKS, Empat SAD Anggota Serikat Mandiri Batanghari Dituntut 5 Bulan Penjara

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Empat warga Suku Anak Dalam anggota kelompok Serikat Mandiri Batanghari (SMB) yang terlibat kasus pengerusakan kantor PT WKS dituntut 5 bulan oleh Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Jambi.

Empat orang itu adalah Ninting, Syukur, Untung, dan Sopi alias Mudung. Mereka dituntut bersalah melakukan penganiyaan yang menyebabkan luka.

Perbuatan terdakwa menurut JPU, terbukti secara sah meyakinkan bersalah telah melakukan tindak pidana kekerasan terhadap manusia dan barang melanggar pasal 170 ayat (2)ke-1 KUHP.

“Dituntut lima bulan dikurangi masa panahanan yang sudah dijalani dan dengan perintah terdakwa tetap ditahan,” kata Zuhdi, salah seorang tim JPU Kejati Jambi saat dihubungi Tribunjambi.com.

Begitu juga diungkapkan Romel Siregar, penasehat hukum terdakwa. Menurut dia, pekan depan sidang akan dilanjutkan dengan pembacaan nota pembelaan (pledoi).

Karena Jalan Buruk di Merangin, Martini Meninggal Usai Lahirkan Anak Kembar, Sempat Alami Pendarahan

Musim Hujan Rawan Banjir, BPBD Sarolangun Pasang Alat Pendeteksi Banjir

Sandiaga Uno Akan Datang ke Kerinci Ikut Lomba Lari 10 K

“Kita akan mengajukan pembelaan. Kita menghormati dengan hukuman pidana yang dituntut JPU terhadap para terdakwa,” katanya pada Jumat (15/11) saat dihubungi Tribunjambi.com.

Untuk diketahui, Muslim mendirikan organisasi Serikat Mandiri Batanghari (SMB). Selaku ketua, Muslim kemudian mengajak masyarakat untuk bergabung termasuk terdakwa.

Adapun tujuan Muslim adalah untuk mendapatkan lahan/tanah masing-masing anggota sekitar 3,5 hektare. Lahan yang akan dikuasai Muslim dan anggota SMB lainnya adalah tanah yang dikelola oleh PT. WKS.

Kemudian, Sabtu 13 Juli 2019 sekitar pukul 10.30 WIB Muslim bersama dengan anggota SMB sekitar 70 orang mendatangi kantor PT. WKS yang ada di Distrik VIII PT WKS Desa Bukit Bakar, Kecamatan Renah Mendaluh, Tanjab Barat dengan membawa senjata tajam dan senjata api rakitan jenis kecepek.

Halaman
12
Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved