Karena Jalan Buruk di Merangin, Martini Meninggal Usai Lahirkan Anak Kembar, Sempat Alami Pendarahan

Martini warga Desa Rantau Bayur Kecamatan Muaro Siau Kabupaten Merangin meninggal usai melahirkan.

Karena Jalan Buruk di Merangin, Martini Meninggal Usai Lahirkan Anak Kembar, Sempat Alami Pendarahan
kompas.com
ilustrasi 

Karena Jalan Buruk di Merangin, Martini Meninggal Usai Melahirkan Anak Kembar, Sempat Alami Pendarahan

TRIBUNJAMBI.COM,BANGKO -- Martini warga Desa Rantau Bayur Kecamatan Muaro Siau Kabupaten Merangin meninggal usai melahirkan.

Ibu muda ini meninggal diduga karena terlambat ditangani pihak medis. Hal itu dikarenakan akses jalan yang tidak bersahabat.

Informasi yang dihimpun, Martini mengalami pendarahan sesaat setelah melahirkan di rumahnya dengan pertolongan dukun kampung dan bidan setempat.

Karena mengalami pendarahan, keluarga berinisiatif membawanya ke RSUD Kolonel Abunjani Bangko, namun karena buruknya kondisi jalan, mobil tidak bisa melintas.

Martini harus ditandu dengan kain oleh keluarga menuju desa tetangga yang bisa dilalui oleh mobil.

Musim Hujan Rawan Banjir, BPBD Sarolangun Pasang Alat Pendeteksi Banjir

Sandiaga Uno Akan Datang ke Kerinci Ikut Lomba Lari 10 K

Tak Jelas Pemiliknya, Kios Lantai Dua Kincai Plaza Akan Ditertibkan

Kepala Desa Rantau Bayur, Anto yang dikonfirmasi membenarkan informasi meninggalnya seorang ibu yang baru melahirkan meninggal dunia tersebut, karena diduga lambat mendapatkan pertolongan medis.

"Iya, yang meninggal itu masih keluarga saya. dia meninggal di Rumah Sakit Bangko sekitar pukul 11.00 WIB, meski mendapatkan perwatan sebentar," ujarnya.

Kades mengatakan, Martini melahirkan dua anak kembar berjenis kelamin laki-laki dan lahir dengan selamat, namun setelah melahirkan korban meninggal.

Kades juga membenarkan jika desanya untuk saat ini tidak bisa dilalui oleh mobil, sebab sedang ada pembangunan jembatan dan tidak bisa dilalui mobil, sehingga ia harus ditandu.

"Jembatan hanya bisa dilalui dengan motor, tapi keadaannya tidak memungkinkan dia harus dibawa menggunakan motor, sehingga harus ditandu sejauh 2 Km lebih atau dengan waktu sekitar setengah jam," jelasnya.

"Karena perjalanan dari desa kami menuju Rumah Sakit Umum cukup memakan waktu, sehingga Martini terlambat di tangani pihak medis. Sempat mendapat perawatan, tapi nyawanya tidak tertolong," sambungnya.

Tak lama berselang, almarhum dibawa pulang oleh pihak keluarga, dan sekitar pukul 17.00 WIB, jenazahnya dikebumikan di desa tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merangin belum bisa dikonfirmasi, Plt Kepala Dinas Kesehatan Abda'i ketika dihubungi melalui nomor handphonenya tidak aktif. (*)

Penulis: muzakkir
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved