Mantap Balik Kampung ke Batanghari, Fadhil Arief Siap Lepas Jabatan Sekda Muarojambi

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Muarojambi, M Fadhil Arief benar-benar memantapkan diri untuk menjadi Bupati Batanghari.

Mantap Balik Kampung ke Batanghari, Fadhil Arief Siap Lepas Jabatan Sekda Muarojambi
Tribunjambi/Samsul Bahri
Sekda Kabupaten Muarojambi, M Fadhil Arief. 

Mantap Balik Kampung, Fadhil Arief Siap Lepas Jabatan Sekda Muarojambi

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI-Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Muarojambi, M Fadhil Arief benar-benar memantapkan diri untuk menjadi Bupati Batanghari.

Slogan Balik Kampung menjadi jargon bagi relawan dan timses yang memang notabennya bahwa Ia merupakan putra Kabupaten Batanghari.

Setidaknya beberapa partai telah didekatinya untuk mendapatkan dukungan. Terkahir, dirinya mengembalikan berkas pendaftaran bakal calon ke partai Gerinda. M Fadhil Arief menyebutkan bahwa ada berbagai misi yang Ia bangun untuk menjadi Bupati Kabupaten Batanghari.

"Tentu saat ini memang saya masih memiliki tanggungjawab menjadi Sekda Muarojambi. Tanggungjawab ini tidak akan saya lupakan, artinya bahwa saya berkomitmen tetap menjalankan tugas yang telah diamanahkan kepada saya," sebutnya.

BREAKING NEWS Dua ASN dan Honorer di Muarojambi Ditangkap Satresnarkoba

Bus Koja Trans Tak Mampu Layani Jumlah Penumpang yang Membludak, Orderan Sering Ditolak

Nilai Investasi di Provinsi Jambi hingga Triwulan III Mencapai Rp 3,9 Triliun

Ia menyebutkan bahwa dirinya siap mundur menjadi Sekda setelah memang ada penetapan dari KPU. Lebih lanjut disampaikan oleh M Fadhil Arief, bahwa dirinya mencalonkan diri menjadi bupati bukalah serta merta karena jabatan, namun adanya dukungan dari masyarakat.

"Dorongan dan antusiasme dari masyarakat ini yang menyadarkan bahwa Kabupaten Batanghari butuh perubahan. Saya punya mimpi untuk bagaimana Kabupaten Batanghari jauh lebih maju. Karena saya percaya kalau manusia yang tidak punya mimpi, itu tidak akan bisa bikin perubahan untuk manusia lainnya," terangnya.

Untuk diketahui bahwa sampai dengan saat ini dirinya masih menjabat sebagai Sekda Kabupaten Muarojambi. Saat disinggung soal jabatanya dirinya juga akan mengorbankan jabatannya saat ini, jika memang telah di tetapkan oleh KPU.

"Jabatan adalah amanah yang dititipkan. Intinya adalah menjalankan tugas dan tanggungjawab dengan sebaik mungkin. Kalo untuk melepaskan jabatan Sekda saya siap. Karena kampung halaman kita ini lebih penting untuk diperjuangkan," sebutnya.

Ia menambahkan bahwa menjadi seorang pemimpin artinya menjadikan diri sebagai pelayan masyarakat. Hal ini kata Sekda juga telah ditekankan kepada seluruh ASN di Muarojambi untuk dapat bekerja sebagai tupoksi masing-masing.

"Berkali-kali telah sampaikan kepada ASN Muarojambi bahwa kita adalah pelayan masyarakat dan bukan kepentingan diri sendiri. Reformasi birokrasi ini yang telah saya bangun di Muarojambi dan reformasi-reformasi ini yang juga akan saya bawa ke Kabupaten Batanghari," terangnya.

Empat Desa di Pelepat Bungo Resmi Dialiri Listrik, Warga Sempat Mengeluh Saat Malam

Rayakan Usia ke-8, OJK Provinsi Jambi Lakukan Aksi Kemanusiaan Lewat Donor Darah

Targetkan Juara Umum di MTQ ke-49, Pemkab Sarolangun Siapkan Uang Ratusan Juta untuk Bonus

Saat di tanya lebih lanjut, mengapa dirinya benar-benar ingin menjadi Bupati Batanghari. Ia menyebutkan bahwa dengan dirinya menjadi pemimpin, itulah suatu cara dirinya untuk melakukan perubahan-perubahan yang memang bukan hanya dirinya yang menginginkan tetapi dukungan dari masyarakat.

"Impian untuk membawa perubahan, menjadikan Kabupaten Batanghari sebagai swasembada beras, adanya iklim investasi yang baik, wilayah yang modern terlebih di kampung sendiri itu yang ingin saya wujudkan dengan cara ya seperti ini," pungkasnya.

Penulis: samsul
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved