Jadi Bos BUMN, Staf Presiden Jokowi Minta Ahok Mundur dari PDI P, "Masuk Bersih Keluar Bersih"

Ahok disebut akan menempati posisi sebagai direksi atau komisaris di badan usaha milik negara (BUMN). Diketahui Ahok bergabung dengan partai PDIP

Jadi Bos BUMN, Staf Presiden Jokowi Minta Ahok Mundur dari PDI P,
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok digadang-gadang jadi pemimpin BUMN strategis. 

Jadi Bos BUMN, Staf Presiden Jokowi Minta Ahok Mundur dari PDI P, "Masuk Bersih Keluar Bersih"

TRIBUNJAMBI.COM-Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Fadjroel Rahman meminta Ahok untuk mundur dari partai, dikutip TribunPapua.com dari Tribunnews.com, Rabu (13/11/2019).

Hal tersebut terkait Ahok disebut akan menempati posisi sebagai direksi atau komisaris di badan usaha milik negara (BUMN).

Diketahui Ahok bergabung dengan partai PDIP awal tahun 2019.

Diungkapkan Fadjroel, alasan Ahok harus mundur berkaitan dengan pakta integritas.

"Kalau pun beliau mau masuk ke BUMN harus mengundurkan diri karena BUMN itu ada surat semacam pakta integritas gitu, tidak boleh ikut dalam partai politik atau aktif dalam kegiatan politik," kata Fadjroel di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (13/11/2019).

Sedangkan menurut Fadjroel, perihal Ahok pernah memiliki kasus penodaan agama, kata Fadjroel, tak menjadi halangan.

Menurutnya, yang penting bersih dari korupsi.

Gara-gara Istri Habiskan Rp 600 Juta Saat Harbolnas 11 11, Suami Nekat Bunuh Diri, Begini Akhirnya

Diingatkannya, bahwa ada aturan yang telah ditekankan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mereka yang akan menjabat di BUMN.

"Jadi kalau mau masuk BUMN, masuk bersih, di dalam bersih-bersih dan keluar bersih. Begitu saja," ujarnya.

Untuk jabatan pasti Ahok, Fadjroel meminta untuk menanyakan kepada Menteri BUMN Erick Thohir.

Halaman
1234
Editor: nani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved