Advetorial

Yeni : Kami Peserta JKN-KIS, Tidak Satu Rupiah pun Biaya Kami Keluarkan

Hal tersebut yang dirasakan oleh Yeni (56) warga Kabupaten Muaro Jambi ini ketika kehadiran putra pertamanya yang diberi nama Humala Dona 28 Tahun

Yeni : Kami Peserta JKN-KIS, Tidak Satu Rupiah pun Biaya Kami Keluarkan
IST
Yeni : Kami Peserta JKN-KIS, Tidak Satu Rupiahpun Biaya Kami Keluarkan 

Yeni : Kami Peserta JKN-KIS, Tidak Satu Rupiah pun Biaya Kami Keluarkan

TRIBUNJAMBI.COM -  Kehadiran seorang anak didalam rumah tangga tentu menambah kebahagiaan bagi pasangan suami istri, betapa tidak kehadiran anak menambah kelengkapan dan kesempurnaan pasangan yang baru saja menikah untuk menuju ketahap kehidupan selanjutnya yaitu menjadi orang tua.

Hal tersebut yang dirasakan oleh Yeni (56) warga Kabupaten Muaro Jambi ini ketika kehadiran putra pertamanya yang diberi nama Humala Dona 28 Tahun yang lalu.

Dona dinyatakan lahir sehat dengan berat 3,3 kg pada minggu pertamanya hadir di dunia  tiba tiba mengalami gagal nafas yang diakibatkan oleh terhambatnya ritme jantung dikarenakan ada cairan yang menumpuk diluar jantungnya.

Pada saat ditemui oleh team Jamkesnews, usia Dona kini sudah 28 tahun, walaupun saat ini dona sudah lebih sehat.

Dona masih memiliki penyakit jantung bawaannya itu, ibu Dona yang pada saat itu mendampingi dona, Yeni bersedia diwawancarai oleh team jamkesnews mengenai perjalanan hidup dona yang ternyata telah menjalani operasi tambal jantung atau dalam istilah medis VSD PM L-R Shunt.

BPJS Kesehatan Gelar Media Gathering Sekaligus Sosialisasi Penyesuaian Jaminan Kesehatan

Begini Cara Cek Saldo JHT di BPJS Ketenagakerjaan Lewat Aplikasi, SMS dan ATM, Bisa Buat Modal Usaha

RSUD Raden Mattaher Nunggak Bayar Obat hingga Rp10 Miliar, Direktur Sebut Gara-gara BPJS

"Saya sudah tau kalau ternyata anak saya itu punya penyakit jantung bawaan, dari kecil sudah diberi tau oleh dokter ketika ia kecil, karena saya Cuma ibu rumah tangga dan suami saya itu adalah pekerja di kebun sawit milik orang lain maka kami tidak rutin memeriksakan kesehatan dona," cerita Yeni

"Dia (dona-red) sekarang sudah lumayan sehat, sudah bisa beraktifitas seperti biasanya walaupun tidak boleh terlalu berat, kami sekeluarga terdaftar sebagai peserta program JKN awalnya ditahun 2017, setelah mendengar kabar dari tetangga dan masyarakat bahwa program ini adalah program yang sangat membantu dalam pelayanan kesehatan, kala itu kami belum menggunakan kepesertaan JKN KIS kami untuk pengobatan atau treatmen penyakit dona, karena pada masa itu dona masih sehat sehat saja,"kenang yeni

Namun keadaan berubah di maret 2018, dona kembali mengalami kesulitan pernapasan dan seperti orang yang kena serangan jantung.

Yeni beserta suaminya membawa dona ke igd rumah sakit dari Igd tersebut kemudian dona dirawat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut yang kemudian didapatkan kenyataan bahwa penyakit dona memburuk yang mengakibatkan adanya kebocoran pada jantung dona

Halaman
12
Editor: ekoprasetyo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved