Negara Rugi Rp11,7 Miliar, Tiga Terdakwa Korupsi Revitalisasi Asrama Haji Jambi Ajukan Eksepsi

Tiga terdakwa perkara korupsi revitalisasi asrama haji, Tahir Rahman, Johan dan Mulyadi ajukan eksepsi, pada Selasa (12/11).

Negara Rugi Rp11,7 Miliar, Tiga Terdakwa Korupsi Revitalisasi Asrama Haji Jambi Ajukan Eksepsi
Tribunjambi/Jaka HB
Tiga terdakwa perkara korupsi revitalisasi asrama haji, Tahir Rahman, Johan dan Mulyadi ajukan eksepsi, pada Selasa (12/11). 

Negara Rugi Rp11,7 Miliar, Tiga Terdakwa Korupsi Revitalisasi Asrama Haji Jambi Ajukan Eksepsi

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Tiga terdakwa perkara korupsi revitalisasi asrama haji, Tahir Rahman, Johan dan Mulyadi ajukan eksepsi, pada Selasa (12/11).

Hal ini bermula dari Iksan Hasibuan selaku kuasa hukum M Thahir. Dia mengatakan kliennya merasa tidak puas dengan isi dakwaan. Karena itu pihaknya akan ajukan banding pada Rabu depan.

Erika Sari Emsah Ginting selaku Ketua Majelis Hakim kemudian menunda sidang minggu depan dengan agenda pembacaan eksepsi. Terkait empat terdakwa lainnya akan masuk agenda keterangan saksi.

Empat terdakwa itu adalah Eko Dian selaku ketua ULP Kemenag Jambi, Dasman selaku staf di bidang haji, Tendriansa selaku sub kontraktor dan Bambang Mursadi.

Sebelumnya diketahui pasa sidang kali ini agendanya pembacaan dakwaan untuk tujuh terdakwa.

Zumi Zola Pastikan Anggota Dewan dan Fraksi Dapat Bagian Nanti Ribut Lagi

Pemkot Jambi Ajukan Pinjam Rp400 Miliar untuk Percepat Pembangunan, Fraksi PKS dan Demokrat Menolak

Puluhan Taman di Kota Jambi Akan Ditata, DLH Rencanakan Buat Grafiti di Taman

"Gedung asrama haji yang direncanakan akan dibangun pada 2016 namun hingga batas waktu yang ditentukan gedung yang direncanakan akan digunakan kepelruan haji tak kunjung selesai," ungkap Jaksa.

Sebelumnya diketabui proyek revitalisasi asrama haji dikerjakan PT Guna Karya Nusantara dengan anggaran 51 miliar. Namun muncul dugaan penyimpangan dalam proyek mangkrak sejak Maret 2017. Bangunan selesai namun uang sudah habis. Menurut unit tipikor Polda Jambi kerugian negada mencapai sekitar 11,7 miliar rupiah.

Dari pelacakan di SIPP PN Jambi, terjadwal sidang pertama kasus Asrama Haji Jambi digelar, Selasa (5/11). Para tersangka dijerat dengan pasal 2 ayat (1) dan pasal 3 jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP, dengan ancaman pidana paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun, serta denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar.(Jaka HB)

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved