Dianggap Keluarkan Izin Ilegal, DMPTSP Muarojambi Akan Dilaporkan Warga ke Polisi, Gara-gara Ayam

Dinas Penamanan Modal Pelayanan Satu Pintu (DMPTSP) Kabupaten Muarojambi dianggap mengeluarkan dokumen perizinan yang ilegal.

Dianggap Keluarkan Izin Ilegal, DMPTSP Muarojambi Akan Dilaporkan Warga ke Polisi, Gara-gara Ayam
Tribunjambi/Samsul Bahri
Anggota DPRD Kabupaten Muarojambi, Junaidi. 

Dianggap Keluarkan Izin Ilegal, DMPTSP Muarojambi Akan Dilaporkan Warga ke Polisi, Gara-gara Ternak Ayam

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI-Dinas Penamanan Modal Pelayanan Satu Pintu (DMPTSP) Kabupaten Muarojambi dianggap mengeluarkan dokumen perizinan yang ilegal. Hal ini diungkapkan oleh Anggota DPRD Kabupaten Muarojambi, Junaidi.

Ini diungkapkan terkait dengan dokumen perizinan untuk pengusaha ternak ayam di Desa Kasang Lopak Alai. Sementara, sejumlah masyarakat menolak untuk adanya keberadaan ternak ayam tersebut.

Junaidi yang juga merupakan tokoh masyarakat Desa Kasang Lopak Alai, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muarojambi menyebutkan bahwa dirinya akan melaporkan terkait dengan pengesahan dokumen perizinan tersebut.

"Karena izin sudah keluar, ini kami anggap ilegal. Karena tanda tangan daftar hadir itu, tanda tangan keliling dari rumah ke rumah, dan tidak diketahui kepala desa dan ketua RT. Ini akan saya laporkan nanti apa pada polres atau polsek," ungkap Junaidi.

Sosok Ini Sebut Ahok Sudah Menerima Posisi Menjadi Bos BUMN, Singgung Soal Pengalaman Kerjanya

Gara-gara Adegan Goyang-goyang Sambil Terima HP, Atta Halilintar Dipolisikan Karena Lecehkan Agama

7 Ninja Konoha Ini Keberadaan Orang Tuanya Masih Misterius, Satu Diantaranya Jadi Guru Naruto

Selain itu, dirinya juga mencurigai adanya ketidakberesan di DMPTSP Kabupaten Muarojambi. Hal ini juga berkaitan dengan dokumen luasan dari perizinan yang diperuntukan untuk ternak ayam yang berbeda dari pengajuan pihak pengusaha.

"Izin yang diberikan oleh PTSP hanya 6 meter, sedangkan pengajuan dari pengusaha lebih dari itu. Kita curiga ada apa sebenarnya. Dia (red- DMPTSP) dak tau itu kalo tanda tangan dari masyarakat tidak di ketahui pak RT, pak kades, dan ini di materai yang juga tidak di tanda tangani," terangnya.

"Jadi ada apa sebenarnya di PTSP, tapi tetap berani keluarkan izin. Ini sudah terdaftar, kalo salah upload kita tidak tahu, masak peternak di bagikan 6 meter persegi kan tidak masuk akal, ada apa di PTSP ini," sambungnya.

Selain itu, kata Junadi, sebagai anggota DPRD Kabupaten Muarojambi persoalan ini akan dibahas di dewan. Namun yang pasti katanya, bahwa dalam waktu dekat dirinya akan melaporkan persoalan ini kepada pihak kepolisian.

"Kita sebagai anggota dewan akan pangil kepala dinasnya, yang jelas dalam waktu dekat kita akan laporkan terkait dengan pengesahan izin ini," tegasnya.

Junaidi menyebutkan, bahwa dirinya yang juga sebagai tokoh masyarakat setempat tidak melarang adanya ternak ayam. Namun, dengan syarat semua aturan dan ketentuan yang ada dipatuhi dan dilengkapi. Sehingga tidak ada persoalan-persoalan yang muncul.

Buat Geger Tasikmalaya, Misterius! 25 Makam Dibongkar di Sana oleh Orang Tak Dikenal

Cuma Sepele! Tapi Bisa Sebabkan Penyakit Menular, Jangan Lakukan 5 Hal Ini Sebelum Berhubungan Intim

VIRAL Video Biarawati Berbagi Makanan ke Ibu Berjilbab, Warganet Merespon: Adem Gua Lihatnya

Sementara pendirian ternak ayam yang dilakukan oleh pengusaha bernama Alex Joe alias Acai sekitar 50 meter dari permukiman. Tidak hanya itu, di sekitar itu juga terdapat mesjid dan juga sekolah yang tentunya berdampak dekat dengan dampak dari usaha ternak tersebut.

"Ini sekitar 50 meter ada mesjid, ada SD, dekat permukiman masyarakat, ini yang tidak setuju dari masyarakat. Dampaknya pada kami, lalat dan bau sehingga anak-anak SD itu tergangu pada prinsipnya kami belum bisa memberikan izin ternak di situ. Kami di masyarakat tidak melarang peternak asal memenuhi persyaratan," pungkasnya.

Penulis: samsul
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved