Terseret Korupsi Dana Desa, Pjs Kades Napal Sisik dan Rekannya Dilimpahkan ke Kejari Batanghari

Penyidik Satreskrim Polres Batanghari telah merampungkan berkas perkara dua tersangka tindak pidana korupsi Dana Desa

Terseret Korupsi Dana Desa, Pjs Kades Napal Sisik dan Rekannya Dilimpahkan ke Kejari Batanghari
Tribunjambi/Rian Aidilfi
Pjs Kades Sargawi dan Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), Bambang Heri Jasmani yang terlibat kasus dana desa dilimpahkan ke Kejari Batanghari. 

Terseret Korupsi Dana Desa, Pjs Kades Napal Sisik dan Rekannya Dilimpahkan ke Kejari Batanghari

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Penyidik Satreskrim Polres Batanghari telah merampungkan berkas perkara dua tersangka tindak pidana korupsi Dana Desa (DD) Desa Napal Sisik, Kecamatan Muara Bulian tahun Anggaran 2018.

Selasa (12/11), penyidik melakukan tahap kedua yakni dua tersangka beserta barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Batanghari.

Wakapolres Batanghari, Kompol Soekamto, dalam keterangan persnya menyebutkan, dalam kasus tersebut pihaknya telah menetapkan dua tersangka. Dan berkas keduanya telah dinyatakan lengkap oleh JPU.

"Keduanya adalah Pjs Kades Sargawi dan Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), Bambang Heri Jasmani," ujarnya.

Lulusan SMK Bisa Daftar CPNS di Muarojambi, Ini Formasinya

Tanggulangi Kemisikinan di Sarolangun, 50 Kelompok Usaha Disokong Bantuan Modal UEP-KUBE

Ditinggal ke Masjid Ikut Acara Maulid Nabi, Rumah Darmisah di Bungo Ludes Terbakar

Keduanya, kata Soekamto telah melakukan penyimpangan dan penyalahgunaan jabatan dalam pengelolahan dana desa tahun 2018 pada kegiatan pembangunan gedung serba guna dan kegiatan pengadaan sarana/prasarana olahraga berupa perahu dan pendayung.

"Kasus ini terungkap bermula dari hasil penyelidikan Tim Tipikor Polres Batanghari. Dalam penyedikan ditemukan penyimpangan uang yang bersumber dari APBN tersebut pada kegiatan yang dilaksanakan April - Desember 2018 lalu," katanya.

Dalam pelaksanaan terdapat kesalahan dalam pengelolah pencairan. Lalu ditemukan administrasi fiktif dan telah terjadi kelebihan pembayaran yang membuat kerugian negara.

"Hasilnya audit ahli terjadi kerugian dengan total Rp 154 juta," ujarnya.

Dari kerugian tersebut ditemukan dari dua kegiatan, di antaranya pembangunan gedung serbaguna terjadi kerugian sebesar Rp 51.805.988 dan pengadaan sarana dan prasarana olahraga terjadi kerugian sebesar Rp 103.400.00.

Untuk diketahui dua orang yang terseret dalam kasus ini yaitu Sargawi (45) selaku Pjs Kepala Desa Napal Sisik periode 2017-2018. Sargawi juga merupakan PNS di SD 31. Kemudian Bambang Heri Jasmani (30) selaku Kasi Pemerintahan Desa Napal Sisik/Mantan Ketua TPK tahun 2018.

Mereka ditetapkan sebagai tersangka pada 2 September 2019 berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap para saksi.

Kedua tersangka disangkakan pasal 2 ayat (1) UU RI Nomor 31 tahun 1999 jo UU RI no 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUH Pidana atau persangkaan Subsider pasal 3 UU RI Nomor 31 tahun 1999 jo UU RI no 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUH Pidana.

Ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara. (*)

Penulis: Rian Aidilfi Afriandi
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved