Berita Merangin

Sempat Tunda Masa Tanam, Masuki Musim Hujan, Petani Padi di Merangin Kembali Garap Sawah

Sempat Tunda Masa Tanam, Masuki Musim Hujan, Petani Padi di Merangin Kembali Garap Sawah

Sempat Tunda Masa Tanam, Masuki Musim Hujan, Petani Padi di Merangin Kembali Garap Sawah
ist
Musim kemarau beberapa waktu lalu membuat petani di Merangin terancam gagal panen. 

Sempat Tunda Masa Tanam, Masuki Musim Hujan, Petani Padi di Merangin Kembali Garap Sawah

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Setelah gagal dan menunda masa tanam akibat kemarau panjang, kini petani padi di Kabupaten Merangin, mulai kembali menggarap sawah mereka.

Para petani padi khususnya sawah tadah hujan kini mulai menabur bibit dipenyemaian. Petani berkeyakinan jika saat ini sudah musim penghujan dan padi yang disemai bisa tumbuh subur.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Merangin Rumusdar ketika dikonfirmasi membenarkan jika saat ini petani sawah tadah hujan sudah mulai menggarap lahannya.

Kekeringan, 84 Hektare Sawah di Air Hitam Sarolangun, Gagal Panen, Petani Diminta Tunda Masa Tanam

Ada Zumi Zola, Effendi Hatta & Erwan Malik, Begini Mantan Pejabat Jambi Saat Reuni di Tipikor Jambi

Masalah Teknis yang Sering Dialami Saat Pendaftaran CPNS 2019, Simak Cara Mengatasinya

"Ada sebagian yang sudah mulai. Ada juga yang nunggu benar-benar musim hujan," kata Rumusdar.

Menurut dia, sebelumnya ada banyak sekali petani-petani yang melakukan tunda tanam. Jadwal yang seharusnya sudah tanam pada September lalu, kini petani-petani belum melakukan penanaman. Hal itu disebabkan oleh musim kemarau ini.

Data yang masuk kepadanya, ada lebih kurang 4.000 hektar lahan sawah tadah hujan yang melakukan tunda tanam. Mereka mulai melakukan penanaman pada akhir tahun ini hingga awal tahun 2020 mendatang.

Mengenal Sosok Meutya Hafid, Pimpin Rapat Menhan Prabowo Subianto, Pernah Disandera Tentara Irak

Deddy Mizwar Tinggalkan Demokrat Berlabuh ke Partai Gelora, Pencetus? Fahri Sebut Harus Berubah

1 Kg Sabu Tujuan Lampung Diamankan dari Penumpang Kapal di Pelabuhan Marina, Kuala Tungkal

"Jadi panennya nanti di 2020," kata Rumusdar lagi.

Pada tahun ini, petani padi di Kabupaten Merangin banyak yang "menjerit", dimana selain tunda tanam, ada banyak lahan yang rusak bahkan gagal panen.

Dari data yang diterima, sebanyak 17,5 hektar sawah petani Merangin mengalami gagal panen atau puso. 27 hektar mengalami rusak berat, dan 63 hektar rusak sedang serta 291 hektar rusak ringan.

"Jika tidak ada hujan, maka yang rusak berat itu bisa jadi puso juga," kata Rumusdar.

Menurut Rumusdar, pihaknya sudah berusaha agar lahan pertanian warga yang mengalami kekeringan, mereka telah memberikan bantuan mesin air untuk menyirami padi tersebut, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil yang maksimal.

"Kalau musim panas ini kan pertumbuhan tanaman itu agak kurang baik," katanya.

Sempat Tunda Masa Tanam, Masuki Musim Hujan, Petani Padi di Merangin Kembali Garap Sawah (Muzakkir/Tribunjambi.com)

Penulis: muzakkir
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved