Lestarikan Arsitektur Tradisional, Kemendikbud Dirikan Contoh Rumah Larik di Sungai Penuh

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia dirikan contoh rumah adat larik di Kota Sungaipenuh.

Lestarikan Arsitektur Tradisional, Kemendikbud Dirikan Contoh Rumah Larik di Sungai Penuh
Tribunjambi/Heru
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia dirikan contoh rumah adat larik di Kota Sungaipenuh. 

Lestarikan Arsitektur Tradisional, Kemendikbud Dirikan Contoh Rumah Larik di Sungai Penuh

TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAIPENUH - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia dirikan contoh rumah adat larik di Kota Sungaipenuh. Contoh rumah Larik dibangun di samping kantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Khayangan, Kota Sungaipenuh, Senin (11/11).

Kasubid Pembinaan Kepercayaan Yang Maha Esa dan Tradisi, Suharti mengatakan bahwa pembangunan rumah contoh, rumah adat larik ini untuk melestarikan arsitektur rumah tradisional yang ada di Indonesia.

"Kita juga ingin mengenalkan kepada para siswa atau generasi muda, mengenai bahan dan kayu apa yang akan digunakan membangun rumah larik ini," katanya.

Selain itu, pihaknya juga ingin menjelaskan kepada para siswa mengenai rekan hias dan ukiran yang ada pada tiang atau papan yang akan digunakan untuk membangun rumah adat larik ini.

Begini Kronologi Kecelakaan Maut di Muara Tembesi yang Tewaskan Anggota BPD Jangga Aur

Kepala OPD di Jambi Ganti Mobil Dinas Baru Seharga Rp400 Juta, Sekda Sebut Penghematan

DPRD Bungo Sepakati 23 Propemperda, Mulai dari Parkir Elektronik hingga Masalah Minuman Alkohol

"Kita membawa para siswa SMK Pembangunan yang ada di Sungaipenuh ini, agar mereka bisa menjadi generasi tukang, karena tukang arsitektur yang bisa membangun rumah tradisional sudah berkurang, makanya mereka bisa menjadi generasi penerus," ungkapnya.

Dengan dibangunnya contoh rumah larik ini, Suharti berharap kepada Pemerintah Kota Sungai Penuh untuk menghidupkan kembali rumah adat larik dan menanam pohon yang sudah langka.

"Disini nanti akan dijadikan tempat wisata oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Sungaipenuh," sebutnya.

Sementara itu, Alimin Dpt mengatakan rumah tradisional Kerinci, yakni umoh laheik atau umoh panja, yang merupakan salah satu arsitektur tradisional dari Kerinci. Rumah tersebut kini semakin langka, bahkan bisa dikatakan telah punah dan digantikan oleh rumah-rumah dengan bangunan beton yang permanen.

"Penyebanya, telah berubahnya pola pikir dan gaya hidup masyarakat menjadi lebih modern, individualis, dan praktis seperti sekarang, juga karena semakin meningkatnya perekonomian dan kesejahteraan masyarakat," sebutnya.(*)

Penulis: heru
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved