Pemerintah Dikabarkan Akan melarang Peredaran Rokok Elektrik, Apa Alasannya?

Pasalnya, pemerintah dikabarkan akan melarang peredaran rokok elektrik atau electronic nicotine delivery system (ENDS).

Pemerintah Dikabarkan Akan melarang Peredaran Rokok Elektrik, Apa Alasannya?
Instagram @astropens
Ilustrasi rokok elektrik 

Pemerintah Dikabarkan Akan melarang Peredaran Rokok Elektrik, Apa Alasannya?

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Pelaku industri rokok elektrik nampaknya harus sedikit menghela napas.

Pasalnya, pemerintah dikabarkan akan melarang peredaran rokok elektrik atau electronic nicotine delivery system (ENDS).

Caranya dengan merivisi Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang mengandung Zat Adiktif Berupa Tembakau bagi Kesehatan ataupun dalam bentuk peraturan lainnya.

Pertimbangannya, penggunaan rokok elektrik diduga memiliki dampak yang buruk bagi kesehatan.

Ilustrasi rokok elektrik
Ilustrasi rokok elektrik (shutterstock)

Terlebih, terdapat dugaan kuat bahwa terjadi peningkatan penggunaan rokok elektrik oleh anak berusia 10-18 tahun dari yang semula 1,2% menjadi 10,9% dalam dua tahun terakhir.

Lalu, bagaimana sebenarnya risiko kesehatan yang timbul akibat pemakaian rokok elektrik dari tinjauan ilmiah?

Beberapa kajian ilmiah sebenarnya menyebutkan bahwa rokok elektrik memiliki kadar bahaya yang berbeda bagi kesehatan.

Lembaga Kesehatan di bawah Kementerian Kesehatan Inggris, Public Health England (PHE) misalnya, dalam Evidence Review of Cigarettes and Heated Tobacco Products 2018 menyebutkan bahwa rokok elektrik setidaknya 95% lebih tidak berbahaya dari rokok konvensional.

Kritik Kenaikan Iuran BPJS vs Pelayanan Rumah Sakit, Siapa Ribka Tjiptaning? 3 Kali Masuk ke Senayan

Istri Kabur Dengan Pria Kenalan di Facebook, Suami Temukan Benda Misterius Ini!

Alasannya, rokok elektrik diyakini menghasilkan paparan partikel dan senyawa berbahaya serta partikel dan senyawa berpotensi berbahaya yang lebih rendah kepada pengguna dan orang sekitarnya apabila dibandingkan dengan rokok konvensional.

Halaman
123
Editor: suci
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved