Jumawarzi Jadi Tahanan Kota, Ini Alasan Kuat Hakim Pengadilan Negeri Tebo Rubah Status Penahanan

Status penahanan Jumawarzi berubah dari tahanan Lembaga Pemasyarakatan Klas II B Muara Tebo menjadi tahanan kota.

Jumawarzi Jadi Tahanan Kota, Ini Alasan Kuat Hakim Pengadilan Negeri Tebo Rubah Status Penahanan
Tribunjambi/Mareza
Thomson Purba pengacara Jumawarzi tersangka kasus dugaan penggunaan gelar akademik palsu. 

Jumawarzi Jadi Tahanan Kota, Ini Alasan Kuat Hakim Pengadilan Negeri Tebo Rubah Status Penahanan

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA TEBO - Status penahanan tersangka kasus dugaan pengunaan gelar akademi palsu, Jumawarzi berubah. Informasi terkait status penahanan anggota DPRD Tebo dari fraksi Partai Gerindra itu dibeberkan oleh Humas Pengadilan Negeri Tebo, Andri Lesmana.

Dia menjelaskan, status penahanan Jumawarzi berubah dari tahanan Lembaga Pemasyarakatan Klas II B Muara Tebo menjadi tahanan kota.

"Status Jumawarzi berubah jadi tahanan kota dengan alasan kemanusiaan," kata Andri Lesmana, Senin (11/11/2019).

Selain alasan kemanusian, kata Andri, perubahan status penahanan Jumawarzi juga dilandasi alasan tersangka sebagai tulang punggung keluarga, dan masih menjalankan tugas sebagai wakil rakyat (anggota DPRD). Selain itu, majelis hakim PN Tebo bermurah hati mengizinkan permohonannya menjadi tahanan kota karena  Jumawarzi berjanji tidak akan melarikan diri dan menghilangkan barang bukti.

Maulana Sampaikan Nota Pengantar, RAPBD Kota Jambi 2020 Naik Rp 85 Miliar

5.000 Keluarga Miskin di Sarolangun Terima BPNT Perdana, Penyarulan Bantuan Tunggu Kartu dari BRI

3 Sekolah Tersangkut Masalah Dana BOS, Dewan Akan Panggil Pihak Dinas Pendikan Kota Jambi

Andri menegaskan, jika tersangka melanggar, maka status penahanannya bisa dicabut kembali.

Dikatakannya, permohonan ini diajukan oleh tim kuasa hukumnya, Tomson Purba.

"Permohonan penahan ini diajukan oleh kuasa hukumnya. Untuk kegiatan tersangka keluar kota, juga sudah mendapat izin dari majelis hakim," jelasnya.

Namun, izin tersebut hanya diberikan untuk kegiatan kedinasan sebagai wakil rakyat.

Sebelumnya, status penahanan Jumawarzi berubah menjadi tahanan Lapas Klas II B saat proses penyidikan di Kejaksaan Negeri Bungo. Status penahanan itu kemudian berubah setelah berkas perkara itu limpah ke PN Tebo. Berubahnya status penahanan itu setelah Jumawarzi melalui kuasa hukumnya mengajukan permohonan dan disetujui oleh majelis hakim PN Tebo.

Jumawarzi diduga menggunakan gelar akademik Sarjana Hukum (SH) palsu. Gelar tersebut juga tertera pada namanya saat Pemilu April lalu, saat tersangka mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Kabupaten Tebo dari Partai Gerindra.(Tribunjambi.com/ Mareza Sutan A J)

Penulis: Mareza
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved